Page 181 - EBOOK_Dasar - Dasar Pakan Ternak 2
P. 181
11. Untuk menghemat biaya, bisa juga jerami fermentasi dibuat dalam keadaan
utuh (tidak perlu dicacah).
12. Pembuatan dengan EM4:
a. Larutkan tetes (molasses) atau gula cair dengan air secukupnya, dan diaduk
sampai rata.
b. Larutkan EM4 ke dalam larutan air + tetes, aduk sampai rata.
c. Hamparkan jerami lapis demi lapis pada bak yang sudah disiapkan sambil
dipadatkan dengan cara diinjak – injak secara bertahap.
d. Setiap lapis jerami disiram/diperciki larutan molasses, air dan mikroba
secara merata.
e. Setelah proses pembuata seselai, tumpukan jerami ditutup dengan terpal
plastik sampai rapat.
13. Pembuatan dengan Starbio:
a. Larutkan tetes atau gula cair dengan air secukupnya, diaduk sampai rata.
b. Hamparkan jerami lapis demi lapis pada bak yang sudah disiapkan sambil
dipadatkan dengan cara diinjak – injak secara bertahap.
c. Setiap lapis jerami disiram/diperciki larutan molasses + air secara merata,
kemudian ditaburi dengan starbio secara merata pula.
d. Setelah proses pembuatan selesai, tumpukan jerami ditutup dengan terpal
plastik sampai rapat.
14. Usahakan tumpukan jerami mendekati keadaan an aerob. Jika perlu tumpukan
jerami ditindih dengan benda berat seperti batu ataupun balok kayu.
15. Tumpukan jerami biarkan tetap tertutup selama 1-3 minggu atau lebih.
16. Bersihkan lingkungan, peralatan, dan bahan yang telah anda gunakan.
17. Tempatkan kembali peralatan dan sisa bahan pada tempat semula.
18. Lakukan pengamatan terhadap perubahan yang terjadi selama proses
fermentasi.
19. Setelah selama 3 minggu jerami fermentasi dibuka, sudah jadi.
20. Jerami fermentasi dibongkar dan diangin – anginkan, siap diberikan kepada
169

