Page 22 - E-MODUL ALAT OPTIK KELAS XI
P. 22

4)Astigmatisma (Mata silindris)


                 Astigmatisma terjadi karena kornea mata tidak memiliki bentuk sferik
             (mirip  dengan  irisan  bola),  melainkan  lebih  melengkung  pada  satu

             bidang  daripada  bidang  lainnya.  Dampaknya,  objek  yang  berupa  titik
             difokuskan  sebagai  garis,  dan  mata  astigmatis  juga  memfokuskan

             sinar-sinar  pada  bidang  vertikal  yang  lebih  pendek  daripada  sinar-
             sinar  pada  bidang  horizontal.  Kondisi  ini  dapat  dibantu  dengan

             menggunakan  kacamata  silindris,  yang  berfungsi  memfokuskan

             berkas-berkas cahaya pada titik.

                 Astigmatisma  disebabkan  oleh  bentuk  bola  mata  yang  kurang

             melengkung (non-sferis), sehingga berkas cahaya yang masuk ke mata
             tidak  dapat  terfokus  pada  satu  titik.  Penderita  astigmatisma

             mengalami kesulitan dalam membedakan garis vertikal dan horisontal
             secara  bersamaan.  Saat  melihat  sekelompok  garis  vertikal  dan

             horisontal, garis vertikal akan tampak jelas, sementara garis horizontal
             akan terlihat kabur bagi penderita astigmatis.




             E.   Kamera

                     Kamera  merupakan  perangkat  untuk  menghasilkan  foto,  dan

             terdapat  dua  jenis  kamera  yang  umum  dikenal,  yaitu  kamera  digital
             dan  kamera  analog.  Cara  kerja  kamera  mirip  dengan  cara  kerja  mata,

             di  mana  cahaya  masuk,  difokuskan  oleh  lensa,  dan  kemudian

             ditangkap oleh film yang berfungsi seperti retina pada mata.




















              Sumber : https://youtu.be/gB1IrjFQArk?             Sumber : https://youtu.be/8bXTrryPbZU?
                       si=XsZtFokpmEU51KlM                                si=sKHFLdMWQX_ufeM6




                                                                                                      16
             E-MODUL FISIKA BERBASIS SAINTIFIK
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27