Page 37 - Modul Sistem Imun Besse Maqfirah Ramadhani
P. 37
Rangkuman
1. Mekanisme pertahanan tubuh adalah kemampuan untuk melawan bibit penyakit
agar terhindar dari penyakit tersebut. Mekanisme pertahanan tubuh dibedakan
menjadi dua yaitu, mekanisme pertahanan tubuh nonspesifik (bawaan) dan
mekanisme pertahanan tubuh spesifik (adaptif).
2. Mekanisme pertahanan nonspesifik merupakan sistem kekebalan alamiah yang
dimiliki oleh tubuh dan merupakan pertahanan utama. Dalam artian mekanisme
pertahanan tubuh terhadap bibit penyakit yang tidak harus dipilih untuk
dihancurkan.
3. Mekanisme pertahanan spesifik merupakan pertahanan kedua dan bersifat spesifik,
mengenali patogen atau sumber penyakit yang diartikan sebagai antigen. Dalam
artian mekanisme pertahanan tubuh yang khusus untuk jenis bibit penyakit
tertentu saja.
4. Mekanisme pertahanan tubuh nonspesifik terbagi menjadi dua, yaitu pertahanan
eksternal dan internal.
5. Pertahanan tubuh eksternal terdiri dari pertahanan fisik, kimia, dan mekanis
terhadap antigen yaitu kulit, membran mukosa, dan zat antimikroba. Sedangkan
pertahanan internal terdiri dari aksi fagositosis, respon peradangan (inflamasi), sel
natural killer (NK), senyawa antimikroba, dan demam.
6. Mekanisme pertahanan tubuh spesifik terbagi menjadi komponen respon imunitas
spesifik yaitu antigen dan antibodi, interaksi antibodi dan antigen yaitu netralisasi,
aglutinasi, presipitasi, dan fiksasi komplemen, jenis-jenis imunitas yaitu imunitas
aktif dan pasif, sel-sel yang terlibat dalam respon imunitas, mekanisme respon
imunitas humoral, dan mekanisme respon imunitas seluler.
7. Antigen merupakan zat yang dapat merangsang sistem imunitas pada tubuh,
terutama dalam menghasilkan antibodi.
8. Antibodi merupakan zat kimia yang ada di aliran darah bekerja sebagai sistem
pertahanan tubuh. Antibodi mengandung imunoglobulin bermacam-macam, antara
lain lgG, IgA, IgM, IgE, dan IgD.
9. Respon imunitas humoral difasilitasi oleh limfosit B dan respon imunitas seluler
difasilitasi oleh limfosit T.
27