Page 33 - E MODUL PEMBELAJARAN LAJU REAKSI BERBASIS SSI
P. 33

E-MODUL
                                BERBASIS SOCIO SCIENTIFIC ISSUES





                  Laju  reaksi  umumnya  dikenal  dengan  bertambahnya  konsentrasi  produk,  dan  turun
                  dengan berkurangnya konsentrasi pereaksi. Sebagai contoh, rokok terbakar lebih cepat

                  jika kadar oksigen dinaikkan ~21% (dalam udara terbakar) menjadi 100% (dalam wadah
                  tertutup).







                             Laju  reaksi  umumnya  meningkat  dengan
                             kenaikan  konsentrasi  pereaksi  (produk).
                             Disebut “umumnya” karena terdapat reaksi
                             dimana  peningkatan  konsentrasi  pereaksi        Sumber: buku
                             tidak berpengaruh pada laju reaksi. Hal ini
                             terutama  terjadi  reaksi  kimia  di  dalam  Gambar  (a)  Rokok  terbakar  dengan  perlahan  di  udara
                             tubuh yang melibatkan katalis     terbuka. (b) Jika rokok dimasukkan kedalam wadah berisi
                                                               O₂  murni,  maka  rokok  akan  terbakar  akan  terbakar  cepat
                                                               disertai nyala yang dahsyat.




                               ARTIKEL 1





















                                                     Gambar 20. Hujan Asam
                                                  Sumber: https://bit.ly/40rbmBd

                     Ayo analisis hubungan hujan asam dengan konsentrasi yang mempengaruhi laju
                     reaksi!

                      Jawab di Sini

                    2.  Pengaruh Suhu
                     ..................................................................................................................

                     ..................................................................................................................
                     ..................................................................................................................
                     ..................................................................................................................

                     ..................................................................................................................
                     ..................................................................................................................






                                                                                                                22
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38