Page 40 - XI_MODUL Sejarah Indonesia
P. 40
Modul Sejarah Indonesia Kelas XI KD 3.2 dan 4.2
C. Jatuhnya Konstantinopel
Pada tahun 1453 M Pemerintah Turki berhasil merebut kota dagang satu
satunya milik bangsa Eropa yang bersisa yaitu konstantinopel disertai dengan
penutupan jalur lalu lintas pelayaran perdagangan yang menghubungkan Eropa dengan
Asia, sehingga mengakibatkan perdagangan masyarakat Eropa mati, padahal perdagangan
adalah tulang punggung perekonomian mereka, sehingga mereka harus mencari cara
bagaimana menghidupkan lagi perdagangannya, sedangkan jalan satu satu nya yang paling
dekat ditutup oleh Turki. Kondisi ini mendorong mereka untuk harus mengarungi
Samudera yang modalnya mereka sudah miliki yaitu Kompas, Teropong serta
pengetahuan bahwa dunia itu bulat. Sehingga sejak abad 15 mereka aktif melakukan
penjelajahan samudera yang membawa mereka ke Asia Afrika , sejak saat itu pula muncul
nafsu serakah mereka dari yang awalnya hendak berdagang menjadi ingin menguasai.
Mulailah masa masa Penjajahan bangsa Eropa atas Asia Afrika.
Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa ada 3 motivasi yang
mendorong kedatangan orang orang Eropa ke Asia Afrika, yaitu :
- Mencari kekakayaan dari hasil perdagangan ( gold )
- Menyebarkan agama ( Gospel )
- Mencapai kejayaan (Glory )
1. Bentuk Perlawanan Bangsa Indonesia menghadapi Portugis
Kedatangan orang orang Portugis dan Spanyol ke Indonesia ini tentu saja mengundang
reaksi keras dari bangsa Indonesia berupa perlawanan perlawanan.
a. Perlawanan Rakyat Tanah Rencong ( Aceh )
Portugis merupakan salah satu negara pelopor penjelajahan samudera. Pada awalnya
kedatangan bangsa Portugis untuk mencari tempat penghasil rempah rempah. Dari
berbagai penjelajah Portugis, pada tahun 1511 Alfonso de Albuquerque berhasil
menguasai Malaka yang menjadi tempat penting bagi perdagangan rempah-
rempah. Penguasaan Portugis terhadap Malaka kemudian memunculkan berbagai
perlawanan rakyat Indonesia.
Sejak kedatangan Portugis di Malaka pada tahun 1511, banyak para pedagang
Islam yang menyingkir dari Malaka menuju Aceh. Dengan demikian perdagangan di
Aceh berkembang begitu pesat. Perkembangan Aceh yang begitu pesat dipandang
Portugis, sehingga pada tahun Pada tahun 1523 Portugis melancarkan serangan ke Aceh
di bawah pimpinan Henrigues, dan menyusul pada tahun 1524 dipimpin oleh de Sauza,
namun sellau mengalami kegagalan.
Persaingan dalam perdagangan berbuntut permusuhan antara Portugis dan
Kesultanan Aceh. Sultan Aceh pada waktu itu diperintah oleh Sultan Ali Mughayat Syah
(1514-1528), menganggap bahwa orang Portugis merupakan saingan dalam politik,
ekonomi, dan penyebaran agama. Adapun latar belakang perlawanan rakyat Aceh
terhadap Portugis antara lain
a. Adanya monopoli perdagangan oleh Portugis
b. Pelarangan terhadap orang-orang Aceh untuk berdagang dan berlayar ke Laut Merah
c. Penangkapan kapal kapal Aceh oleh Portugis
. Kamu tentu bertanya tanya lalu bagaimana persiapan Aceh dalam melawan Portugis?
Nah tiga hal dibawah inilah yang menjadi persiapan Aceh:
a. Melengkapi kapal-kapal dagang Aceh dengan persenjataan, meriam dan prajurit
b. Mendatangkan bantuan persenjataan, sejumlah tentara dan beberapa ahli dari Turki
pada tahun 1567.
c. Mendatangkan bantuan persenjataan dari Kalikut dan Jepara
@2021, SMA NEGERI 7 KUPANG

