Page 20 - ebook interaktif
P. 20
13
1) “Jika kita memaksa gugus pasangan elektron untuk
berdekatan, maka tolakan diantara mereka akan semakin
kuat”. Tolak menolak antara gugus pasangan elektron jauh
lebih kuat pada sudut 90° daripada pada sudut 120° atau
180°.
2) Awan elektron pada PEB menyebar lebih banyak daripada
awan elektron pada PEI. Hasilnya, gaya tolak menolak dari
satu PEB terhadap PEB lainnya akan lebih besar daripada
tolakan antara dua PEI seperti yang dijelaskan pada Video 3.
Urutan gaya tolak, dari terkuat hingga terlemah, adalah:
PEB-PEB > PEB-PEI > PEI-PEI
Perhatikanlah molekul SF4 pada Gambar 5 di samping. Ada dua
kemungkinan struktur, tetapi hanya satu yang benar. Struktur
yang benar (atas) menempatkan PEB di bidang pusat bipiramid.
Akibatnya, interaksi tolak menolak PEB-PEI hanya terjadi pada 2 Gambar 5. Dua Kemungkinan
atom F. Pada struktur yang salah (bawah), PEB berada di bagian Molekul SF4
bawah bipiramid dan menghasilkan interaksi tolak menolak PEB- Struktur yang benar (atas)
PEI terjadi pada 3 atom F. Sehingga, kemungkinan struktur yang menempatkan PEB di bidang
paling tepat adalah struktur yang pertama (atas). pusat bipiramid. Struktur
yang salah (bawah),
menempatkan PEB di bagian
C. Menerapkan Teori VSEPR dan Domain Elektron
bawah bipiramid.
Untuk memprediksi bentuk molekul, kita dapat menggunakan
strategi sebagai berikut:
1. Gambarkan struktur Lewis dari molekul atau ion
poliatomik.
2. Tentukan jumlah gugus pasangan elektron di sekitar atom
pusat, dan identifikasi mereka sebagai gugus PEI atau PEB.
3. Tentukan jenis geometri gugus elektron di sekitar atom
pusat; linier, trigonal planar, tetrahedral, trigonal bipi-
ramidal, atau oktahedral.
4. Terakhir, tentukan bentuk geometri molekulnya
berdasarkan posisi atom-atom yang terikat langsung ke
atom pusat. (Lihat Tabel 1).
| e - B o o k I n t e r a k t i f T e o r i V S E P R d a n D o m a i n E l e k t r o n

