Page 10 - Kel 6 Akuntansi Untuk Pajak Penghasilan AK.C 2020
P. 10

d.  Suatu periode kompensasi ke belakang dan ke depan yang begitu singkat sehingga

                           akan membatasi realisasi manfaat pajak jika (1) perbedaan sementara yang dapat
                           dikurangkan yang jumlahnya signifikan diharapkan akan membalik dalam satu

                           tahun saja atau (2) perusahaan beroperasi dalam bisnis yang bersiklus tradisional.
                     2) Bukti Positif


                        a.  Adanya kontrak atau penjualan yang belum dipenuhi yang akan menghsilkan laba
                           kena  pajak  yang  lebih  dari  cukup  untuk  merealisasi  aktiva  pajak  yang

                           ditangguhkan berdasarkan harga jual dan struktur biaya yang ada sekarang.
                        b.  Kelebihan kenaikan nilai aktiva di atas dasar pajak aktiva bersih suatu entitas, yang

                           jumlahnya cukup untuk merealisasi aktiva pajak yang ditangguhkan.

                        c.  Riwayat laba yang baik, tidak termasuk kerugian yang menciptakan jumlah yang
                           dapat  dikurangkan  di  masa  depan  (kompensasi  kerugian  pajak  ke  depan  atau

                           perbedaan  sementara  yang  dapat  dikurangkan)  disertai  oleh  bukti  yang
                           menunjukkan bahwa kerugian itu (misalnya, pos tidak biasa, tidak sering, atau luar

                           biasa) merupakan suatu penyimpangan an bukan kondisi yang berkelanjutan.



               E. Prinsip Dasar Metoda Aset-Kewajiban

                  FASB  berkeyakinan  bahwa  metode  aktiva-kewajiban  (kadang-kadang  disebut  sebagai

                  pendekatan kewajiban) adalah metode yang paling konsisten dalam akuntansi untuk pajak
                  penghasilan. Salah satu tujuan dari pendekatan ini adalah mengakui jumlah hutang pajak

                  atau yang dapat diminta kembali selama tahun berjalan. Tujuan kedua adalah mengakui

                  kewajiban dan aktiva pajak yang ditangguhkan untuk konsekuensi pajak di masa depan dari
                  peristiwa yang telah diakui dalam laporan keuangan atau SPT pajak. Untuk melaksanakan

                  tujuan-tujuan ini, prinsip-prinsip dasar berikut akan diterapkan dalam akuntansi untuk pajak
                  penghasilan pada tanggal laporan keuangan:

                  1.  Kewajiban atau aktiva pajak lancar diakui sebesar estimasi hutang pajak atau yang dapat
                     diminta kembali dalam SPT pajak tahun berjalan.

                  2.  Kewajiban atau aktiva pajak yang ditangguhkan diakui sebesar estimasi pengaruh pajak

                     masa depan yang ditimbulkan oleh perbedaan sementara dan kompensasi ke depan.
                  3.  Pengukuran kewajiban serta aktiva pajak lancar dan yang ditangguhkan didasarkan pada

                     ketentuan  dalam  undang-undang  pajak  yang  ditetapkan;  pengaruh  perubahan
                     undangundang atau tarif pajak di masa depan tidak diantisipasi.





                                                            9
   5   6   7   8   9   10   11   12