Page 15 - Modul Pengembangan Pangan Fungsional
P. 15
meningkatkan penyerapan karotenoid pada manusia. Studi ini menemukan bahwa
penambahan buah atau minyak apokat secara signifikan meningkatkan penyerapan
subyek dari semua karotenoid yang diuji (α-karotena, β-karotena, likopena, lutein, dan
zeaxantin).
D. Case Methods
Karotenoid merupakan salah satu zat yang sangat bermanfaat bagi tubuh, selain
beberapa kelompok bersifat sebagai zat gizi, karotenoid juga bersifat sebagai sumber
antioksidan. Karotenoid adalah senyawa yang bersifat laruta dalam lemak dan
dibedakan menjadi dua yaitu xantofil dan karoten. Karotenoid memiliki sifat yang
sangat mudah mengalami oksidasi, terutama pada saat proses ekstraksi. Menurut kalian,
sebagai mahasiswa Pendidikan Teknologi Pertanian, metode apa, pelarut apa, serta
berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengekstraksi senyawa karotenoid yang
terdapat dalam bahan pangan agar sifat gizi dan antioksidan senyawa karotenoid dapat
tetap memiliki aktivitas fungsional. Silahkan kalian bagi kelompok menjadi 3 hingga 6
kelompok! Kalian lakukan kajian dan review jurnal-jurnal ilmiah nasional dan
internasional untuk memberikan rekomendasi metode, pelarut, dan waktu optimal yang
dibutuhkan untuk menghasilkan ekstrak senyawa karotenoid yang memiliki aktivitas
fungional yang optimal. Tema karotenoid yang akan dibahas oleh masing-masing
kelompok, antara lain :
Kelompok I : Senyawa beta karoten
Kelompok II : Senyawa lutein
Kelompok III : Senyawa likopen
Kelompok IV : Senyawa alfa karoten
Kelompok V : Senyawa zeaxanthin
Kelompok VI : Senyawa beta cryptoxanthin
Materi Pembelajaran 3. Sifat Fungsional Asam Lemak Jenuh
A. Sumber Asam Lemak Jenuh
Asam lemak jenuh (Saturated Fatty Acid/SFA) adalah asam lemak yang tidak
memiliki ikatan rangkap pada atom karbon. Ini berarti asam lemak jenuh tidak peka
terhadap oksidasi dan pembentukan radikal bebas seperti halnya asam lemak tidak
14

