Page 48 - Modul Pengembangan Pangan Fungsional
P. 48

Materi Pembelajaran 11. Sistem Fungsional Prebiotik, Probiotik, dan Sinbiotik

                   A. Prebiotik
                          Prebiotik  merupakan  ingredien  bahan  pangan  yang  tidak  tercerna  yang

                   berfungsi  menstimulasi  pertumbuhan  dan  atau  aktivitas  dari  satu  atau  lebih  bakteri
                   tertentu  dalam  usus  besar,  yang  dapat  memperbaiki  kesehatan  inang  (Sekhon  dan

                   Jairath, 2010; Neha et al, 2012). Banyak pangan dengan oligosakarida atau polisakarida
                   (termasuk serat pangan) yang diklaim mempunyai aktivitas prebiotik, meskipun tidak

                   semua  karbohidrat  pangan  adalah  prebiotik.  FOS,  inulin  dan  oligofruktosa  adalah

                   contoh prebiotik yang ditambahkan kedalam pangan olahan dan suplemen (Sekhon dan
                   Jairath, 2010).

                          Penelitian mengenai pengaruh probiotik dan atau prebiotik terhadap profil lipid

                   telah  dilaporkan  oleh  (Ooi  dan  Liong,  2010).  Hasilnya  menunjukkan  bahwa  hanya
                   probiotik (L. plantarum) dan prebiotik (inulin) jenis tertentu menyebabkan penurunan

                   kadar kolesterol, sedangkan yang lainnya tidak.

                   B. Probiotik
                          Probiotik  didefinisikan  sebagai  mikroba  hidup  yang  ditambahkan  pada

                   makanan untuk kebutuhan diet dan memberi efek kesehatan bagi inangnya dengan cara
                   meningkatkan keseimbangan mikroflora usus (Neha et al, 2012), sedangkan menurut

                   FAO/WHO (2002 dalam Marsono, 2007), probiotik adalah mikroba hidup yang masuk

                   dalam  jumlah  yang  cukup  (106  -108  cfu/ml)  sehingga  dapat  memberikan  manfaat
                   kesehatan bagi inangnya. dan diharapkan dapat berkembang menjadi 1012 cfu/ml di

                   dalam kolon. Bakteri yang umum digunakan sebagai sumber probiotik sebagian besar
                   berasal dari golongan bakteri asam laktat. Beberapa jenis bakteri yang termasuk dalam

                   bakteri  probiotik  diantaranya  Lactobacilli  (Lactobacillus  casei,  L.  plantarum),
                   Bifidobacteria  (Bifidobacterium  bifidum,  B.  breve)  (Grajek  et  al,  2005;  Neha  et  al,

                   2012).

                          Bakteri  asam  laktat  dapat  digolongkan  sebagai  probiotik  jika  memenuhi
                   beberapa persyaratan antara lain :

                   1.  Suatu probiotik harus non-patogenik yang mewakili mikroflora normal usus dari
                       inang tertentu serta masih aktif pada kondisi asam lambung dan konsentrasi garam

                       empedu yang tinggi dalam usus halus.
                   2.  Suatu probiotik yang baik harus mampu tumbuh dan bermetabolisme dengan cepat

                       serta terdapat dalam jumlah yang tinggi dalam usus.





                                                                                                    47
   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53