Page 4 - BUKU MANDAILING KLS 7 BAB IV
P. 4
4.1. BENTUK ALJABAR
Pernahkah kalian melihat pedagang buah di Pasar raya
Panyabungan? Jika pernah, kalian pasti melihat ada
berbagai jenis buah yang dijual bukan? Misalkan kamu
ingin membeli 10 salak dan 2 buah duku. Jika
1 buah salak dinyatakan dalam dan 1 buah
duku dinyatakan dalam , maka jumlah buah yang
ingain kalian beli dapat dinyatakan dalam bentuk 10 +
2 . Bentuk penulisan 10 + 2 inilah yang kita sebut
BENTUK ALJABAR.
Gambar 4.1 Pasar Tradisional Berastagi
Sumber : https://pardisinaga.com/
4.1.1. Bentuk Aljabar
Sekarang perhatikan bentuk aljabar 20 + 30 dari masalah diatas.
Pada bentuk tersebut, 20 dan 30 dinamakan suku, dan dinamakan variabel atau peubah,
serta 20 dan 30 dinamakan koefisien.
Aljabar merupakan suatu kaidah penghitungan dimana bilangan yang digunakan diperluas
pengertiannya menjadi bilangan tetap (konstanta), koefisien, dan variabel (peubah) sebagai pengganti
dari bilangan yang nilainya tidak diketahui. Jadi, aljabar digunakan dalam perhitungan jika ada nilai yang
tidak diketahui dalam suatu operasi hitung.
Misalkan pak Nasution membeli 3 buah pensil dan membayar dengan selembar uang
. 50.000,00 dan mendapat kembalian 4 lembar uang . 10.000, 00 dan 4 lembar uang
. 1.000, 00. Berapa harga satu buah pensil yang pak Nasution beli ? Atau bagaimana jika pak Nasution
membeli “ ” buah pensil dan membayar dengan uang . 20.000,00 tanpa kembali ?
Permasalahan seperti ini, dapat diselesaikan dengan kaidah aljabar. Dengan memperhatikan
permasalahan yang telah diberikan diatas banyak pensil yang dibeli pak Nasution adalah “ ” buah.
94 MATEMATIKA| Kelas VII SMP/MTS