Page 166 - KM IPS-BS-KLS-VIII_Neat
P. 166

■  Perang Diponegoro (1825-1830)






























                   Gambar 3.10 Lukisan Raden Saleh yang berjudul “Penangkapan Diponegoro”
                   Sumber: Raden Saleh/Wikimedia Commons/ Public Domain (1857).

                 Pešwahmah mapiaw vepiha¦ f~¦~ a¦a« p«mižaw di a¦až? L«mižaw iwi ve š«—amaw
                 p«mižaw Âawg dib«a¦ ~peh Radew Sapeh SÂašif B«ž¦avaw (1814-1880), —ep«miž

                 ternama Indonesia. Karya ini mengabadikan salah satu peristiwa sejarah
                     I  me  vepaÀ  —ew    ¦ešžeb«¦
                 menggambarkan kegagalan perundingan Pangeran Diponegoro dengan

                 Belanda yang berujung penangkapan Pangeran Diponegoro beserta
                 pengikutnya oleh Belanda. Hal ini membuktikan kelicikan Belanda dalam
                 menghadapi bangsa Indonesia. Walaupun perlawanan Diponegoro
                 dipadamkan, semangat perlawanan dalam mempertahankan harga diri

                 bangsa tetap kokoh.
                     Perang Diponegoro merupakan salah satu perang besar yang dihadapi
                 Belanda. Campur tangan Pemerintah Hindia Belanda dalam urusan

                 Kraton Yogyakarta menimbulkan kegelisahan rakyat. Pajak-pajak yang
                 diterapkan pemerintah Hindia Belanda dan kebijakan ekonomi lainnya
                 menjadi sumber penderitaan rakyat dan ikut melatarbelakangi Perang

                 Diponegoro.


                158    ILMU PENGETAHUAN SOSIAL UNTUK SMP KELAS VIII
   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170   171