Page 30 - E-Module_Gelombang_Mekanik_XI
P. 30

Pembiasan  terjadi  karena  gelombang  memasuki  medium  yang  berbeda  dan  kecepatan

                gelombang pada medium awal dan medium yang dimasuki berbeda. Jika arah datang gelombang
                tidak  sejajar  dengan  garis  normal  maka  pembiasan  menyebabkan  pembelokan  arah  rambat

                gelombang secara matematis pembiasan dirumuskan sebagai berkut (Abdullah, 2017).


                Persamaan umum yang berlaku untuk pembiasan gelombang adalah persamaan sebagai berikut:

                                                          sin        1     1

                                                          =  sin     =       2  =     2                              (2.8)



                Keterangan:

                    = ideks bias relatif medium 2 terhadap medium 1


                    =  sudut gelombang datang


                    = sudut gelombang bias

                   = cepat rambat gelombang pada medium pertama (m/s)
                 1

                   = cepat rambat gelombang pada medium kedua  (m/s)
                 1
                   = Panjang gelombang pada medium petama (m)
                 1

                   = Panjang gelombang pada medium kedua (m)
                 2


               c.  Pelenturan Gelombang (Difraksi)


                                                                     Difraksi     gelombang        adalah

                                                              pembelokan  gelombang  yang  disebabkan
                                                              oleh adanya penghalang berupa celah sempit.

                                                              Celah bertindak sebagai sumber gelombang
                                                              berupa  titik  dan  gelombang  yang  melalui

                                                              celah  dipancarkan  berbentuk  lingkaran

                                                              dengan  celah  tersebut  sebagai  pusatnya

                                                              (Pujianto, Sururi, Chasanah, & Abadi, 2014)
                             Sumber: Malau

                      Gambar 2. 9 Difraksi Gelombang

       25
   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35