Page 205 - E-MODUL KONSEP DASAR PKN
P. 205

dua  tahapan  yaitu  perundingan  (negotiation)  dan  penandatanganan  (signature).

               Menurut Mochtar Kusumatmaja perjanjian dengan dua tahap tersebut biasanya bersifat
               lebih  sederhana  artinya  perjanjian  itu  tidak  begitu  penting  dan  tidak  memerlukan

               penyelesaian  yang  cepat  seperti  perjanjian  perdagangan  yang  berjangka  pendek.

               Perjanjian internasional dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu:
               1.  Treaty  contract,  yaitu  perjanjian  atau  kontrak  dalam  hukum  pedata.  Perjajian  ini

                   hanya  akan  berakibat  kepada  hak  dan  kewajiban  pihak  yang  mengadakan

                   perjanjian.  Contoh  perjanjian  ini  adalah  dwi  kewarganegaraan,  perjanjian
                   perbatasan, perjajian perdagangan, perjanjian pemberantasan penyelundupan, dan

                   sebagainya.
               2.  Law making treatis, yaitu perjanjian yang meletakan ketentuan atau kaidah hukum

                   bagi masyarakat internasional secara keseluruhan. Misalnya konvensi Jenewa tahun

                   1949  tentang  perlindungan  korban  perang,  Konvensi  Vienna  tahun  1961  tentang
                   hubungan diplomatik, Konvensi Hukum Laut tahun 1958.

                   Negara-negara yang terlibat dalam perjanjian internasional terikat oleh  perjanjian

               yang  dibuat  itu.  Dalam  hal  ini  berlaku  adagium  atau  semboyan  yang  sangat  terkenal
               dalam  konteks  perjanjian  internasional  yaitu  Pacta  Sun  Servanda,  yang  artinya

               perjanjian  atau  persetujuan  antar  Negara  harus  ditaati.  Jika  perjanjian  itu  tidak
               dilaksankan  atau  diingkari  oleh  salah  satu  pihak  atau  beberapa  pihak  yang  terlibat

               dalam perjanjian tersebut, maka akan menimbulkan sengketa internasional. Dilihat dari

               sisi  hukum,  pelanggaran  perjanjian  oleh  suatu  pihak  peserta  sama  sifatnya  dengan
               pembatalan  perjanjian,  dengan  perbedaan  bahwa  pembatalan  berlaku  untuk  seluruh

               perjanjian,  sedangkan  pembatalan  atau  penagguhan  adalah  sebagai  akibat  dari

               pelanggaran oleh peserta lain dapat dilakukan untuk sebuah perjanjian.
                   Hubungan  dan  kerjasama  luar  negeri  adalah  segala  kegiatan  yang  menyangkut

               aspek regional dan internasional yang dilakukan oleh pemerintah di tingkat pusat dan

               daerah,  atau  lembaga-lembaganya,  lembaga  negara,  badan  usaha,  organisasi  politik,
               organisasi  masyarakat,  lembaga  swadaya  masyarakat,  atau  Warga  Negara  Indonesia

               (Dapartemen Luar Negeri Republik Indonesia, 2006). Dari penjelasan di atas, kita dapat

               mengetahui  bahwa  yang  namanya  hubungan  dan  kerjasama  luar  negeri  ataupun
               kerjasama internasional baik bilateral maupun multilateral itu adalah segala kegiatan

               yang menyangkut aspek regional dan internasional yang dilakukan oleh pemerintah di
               tingkat pusat maupun di tingkat daerah.




                                                    BAB 9 GLOBALISASI DAN KERJA SAMA ANTAR BANGSA | 191
   200   201   202   203   204   205   206   207   208