Page 33 - E-modul IPA Tema Sampah dan Pengelolaannya
P. 33
energi bagi mikroorganisme, jamur atau bakteri. Sampah yang berasal dari mahluk
hidup akan mudah mengalami pembusukan baik secara
aerob maupun anaerob.
Sampah organik yang berasal dari makhluk hidup
seperti sisa dapur dan makanan, sayuran, kulit buah dan
daun-daun kering. Seperti yang ditunjukkan pada
gambar 2.6 disamping merupakan contoh sampah Gambar 2.6 sampah organik
(Sumber : https://manfaatcara.com /)
organik.
2. Sampah Anorganik
Sampah anorganik yaitu sampah yang tidak mudah membusuk dan memiliki
unsur carbon (C) didalamnya dengan bentuk rantai yang sangat kompleks dan
sangat panjang yaitu dalam bentuk polimer, sehingga tidak mudah terurai oleh
mikroorganisme karena mengalami kesulitan dalam proses penguraiannya.
Gambar 2.7 merupakan contoh dari
sampah anorganik seperti, botol dan gelas
minuman, kaleng, kaca, plastik wadah
pembungkus makanan, kertas, kayu, plastik
mainan dan karet. Sampah anorganik dapat
dimanfaatkan seperti dengan cara mendaur
Gambar 2.7 sampah anorganik
ulang dan dapat juga dihancurkan dengan car (Sumber : https://kumparan.com /)
pembakaran dalam proses incinerator atau peghancuran/pulverization.
3. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
Limbah B3 merupakan sisa suatu usaha yang mengandung bahan berbahaya
atau beracun, baik secara langsung atau tidak langsung yang dapat membahayakan
kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya. Contoh limbah B3
antara lain adalah bahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan
lagi karena rusak seperti baterai bekas dan accu, sisa kemasan, tumpahan, sisa
proses industri, dan oli bekas kapal yang memerlukan penanganan dan pengolahan
khusus.
Bahan-bahan ini termasuk limbah B3 bila memiliki salah satu atau lebih
karakteristik berikut: mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun,
menyebabkan infeksi, bersifat korosif, dan lain-lain, yang bila diuji dengan
toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3.
26

