Page 37 - E-modul IPA Tema Sampah dan Pengelolaannya
P. 37
Tabel 3. Dampak sampah akibat dari timbulan sampah organik
Dampak Penjelasan
Sungai Mengutip dari Compound Interest, penguraian awal zat organik
menjadi kotor sampah yang lambat dan konsumsi oleh mikroorganisme
dan bau menghasilkan serangkaian senyawa kimia yang berbau tidak sedap.
Misalnya hidrogen sulfida yang berbau seperti telur busuk sehingga
bisa menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bersih
Menjadi Sungai yang tercemar sampah organik merupakan tempat
sumber berkembangnya bakteri penyebar penyakit. Jika air tercemar tersebut
penyakit dikonsumsi, bakteri akan masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan
berbagai macam penyakit. Dilansir dari World Health Organization,
air yang tercemar dapat menularkan penyakit seperti diare, kolera,
disentri, tipus, dan polio
Menurunnya Pembusukan sampah dilakukan oleh mikroorganisme aerob
kadar oksigen (menggunakan udara untuk hidup). Menyadur dari Water Pollution,
dalam air ketika terlalu banyak sampah biodegradable masuk ke dalam air,
jumlah mikroorganisme meningkat dan menggunakan oksigen yang
tersedia.
b. Dampak sampah anorganik
Berikut dampak sampah anorganik pada pencemaran air
Dampak Penjelasan
Penumpukkan Membuang sampah sembarangan di sungai dapat membuat
sampah didasar penumpukan sampah di dasar sungai. Sampah yang menumpuk
sungai kemudian menghambat sedimen dan benda-benda lainnya dalam
aliran sungai. Menciptakan tumpukan sampah dan lumpur yang
membuat sungai menjadi dangkal.
Banjir Pendangkalan air sungai akibat penumpukan sampah, akan
membuat volume tampungan air sungai berkurang. Ketika hujan
besar atau ada kiriman air, sungai tidak mampu menyediakan
volume yang cukup untuk air mengalir. Sampah juga membuat
aliran sungai mampet. Akibatnya air akan meluap dari sungai yang
mengakibatkan banjir.
Kurangnya Sampah anorganik juga menahan turbulensi sehingga menurunkan
kadar oksigen kadar oksigen. Sampah dalam sungai juga membuat air keruh,
dalam air sehingga sinar matahari tidak masuk ke dalam air. Sampah tersebut
membuat tumbuhan air tidak dapat berfotosintesis. Sehingga kadar
oksigen dalam sungai semakin berkurang, akibatnya banyak
tumbuhan dan hewan air yang mati.
29

