Page 11 - Bismillah Modul 3 Bunyi
P. 11
BUNYI
Bunyi merupakan salah satu bentuk gelombang. Tidak seperti
gelombang pada tali atau gelombang pada air, gelombang bunyi tidak
dapat dilihat mata, melainkan dapat didengar telinga. Setiap benda yang
dapat mengeluarkan bunyi dikatakan sebagai sumber bunyi. Pada saat
sebuah benda bergetar, benda memberikan energi kepada partikel-partikel
di sekitarnya. Energi ini menyebabkan partikel-partikel tersebut ikut bergetar.
Dan dalam bentuk rapatan (daerah yang pertikelnya rapat) dan renggangan
(daerah yang pertikelnya kurang rapat), getaran itu merambat meninggalkan
sumber bunyi. Rangkaian gerakan rapatan dan renggangan disebut
gelombang longitudinal. Bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar,
merambat dalam bentuk gelombang longitudinal,
Ketika seseorang memukul gendang, permukaan gendang akan
bergetar dan merapatkan sekaligus merenggangkan kolom udaranya.
Molekul-molekul udara yang bergetar akan merambat ke berbagai arah.
Molekul udara yang merapat akan menghasilkan tekanan tinggi, sementara
molekul yang merenggang akan bertekanan rendah. Gelombang yang
bertekanan tinggi dan rendah akan bergantian bergerak di udara.
Gelombang tersebut akan ditangkap oleh telinga manusia sehingga kita
dapat mendengar suaranya.
1. Perambatan Bunyi
Bunyi merupakan gelombang mekanik, yaitu gelombang yang
membutuhkan medium sebagai media perambatannya. Bunyi juga termasuk
kedalam kelompok. gelombang longitudinal, yaitu gelombang yang arah
arah getarnya sejajar dengan arah rambatannya. Seorang ahli Fisika
berkebangsaan Jerman Otto von Guericke (1602-1806) telah membuktikan
bahwa gelombang bunyi merambat memerlukan medium. Dalam