Page 44 - E-BOOK EKOSISTEM LEAF_Neat
P. 44

Aliran Energi dalam Ekosistem






        Dalam  jaring-jaring  makanan,  satu  organisme  dapat  memiliki  lebih  dari  satu

        sumber makanan, sehingga hubungan antarorganisme menjadi lebih dinamis dan
        stabil (Campbell et al., 2018).

        Keseimbangan  rantai  dan  jaring-jaring  makanan  sangat  dipengaruhi  oleh  pola
        konsumsi  dan  aktivitas  manusia.  Misalnya,  eksploitasi  berlebihan  seperti

        penangkapan  ikan  secara  berlebih  (overfishing)  atau  perburuan  liar  dapat
        menurunkan  populasi  organisme  pada  tingkat  trofi  tertentu.  Kondisi  ini  dapat

        mengganggu  aliran  energi  dalam  ekosistem  karena  organisme  lain  kehilangan

        sumber  makanannya  (FAO,  2020).  Selain  itu,  penggunaan  pestisida  dalam
        kegiatan  pertanian  juga  dapat  berdampak  pada  organisme  non-target,

        termasuk  predator  alami,  sehingga  mengganggu  keseimbangan  jaring-jaring
        makanan (Tilman et al., 2011).


















                                   Gambar 1.32                          Gambar 1.33
                               Sumber: Canva.com                    Sumber: Canva.com

        Pencemaran  lingkungan  turut  memperburuk  kondisi  tersebut  dengan  merusak
        habitat  dan  menurunkan  kualitas  lingkungan,  sehingga  memengaruhi

        kelangsungan  hidup  berbagai  organisme.  Dalam  konteks  ini,  pola  konsumsi
        masyarakat  yang  tidak  berkelanjutan  berkontribusi  terhadap  terganggunya

        stabilitas ekosistem dan aliran energi di dalamnya.
        Dalam  perspektif  Education  for  Sustainable  Development  (ESD),  pemahaman

        mengenai  rantai  dan  jaring-jaring  makanan  perlu  diintegrasikan  dengan
        kesadaran  akan  pentingnya  perilaku  konsumsi  yang  bertanggung  jawab.  ESD

        mendorong individu untuk berpikir kritis, mengambil keputusan yang bijak, serta
        berpartisipasi  aktif  dalam  menjaga  keberlanjutan  lingkungan  (UNESCO,  2017).

        Oleh  karena  itu,  penerapan  pola  hidup  berkelanjutan,  seperti  pengelolaan
        sumber  daya  secara  bijak  dan  pengurangan  eksploitasi  berlebihan,  menjadi

        kunci dalam menjaga keseimbangan aliran energi dalam ekosistem.



                                                           32
   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49