Page 177 - Simulasi, Derteksi, dan Intervensi dini tumbuh kembang anak
P. 177

PEDOMAN PELAKSANAAN
               Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar

                    f.  Intervensi:
                       Bila  ditemukan  hasil  gambaran  tes  refleks  merah  yang  abnormal  atau  tidak  ekual
                       antara kedua mata, segera rujuk ke dokter spesialis mata atau mata anak.









                           Gambar 6.3. Tes Refleks Merah dengan hasil abnormal atau tidak ekual (a)
                      Mata kanan: Tes Refleks Merah normal Mata kiri: Warna yang tampak bukan refleks
                      merah tetapi putih dan dapat mengindikasikan kelainan mata yang serius. Anak pada
                      gambar ini mengalami katarak. Segera rujuk ke dokter spesialis mata anak









                           Gambar 6.4. Tes Refleks Merah dengan hasil abnormal atau tidak ekual (b)

                      Mata kanan: Tes Refleks Merah normal. Mata kiri: Warna yang tampak bukan refleks
                      merah tetapi putih kekuningan dan dapat mengindikasikan kelainan mata yang serius.
                      Anak pada gambar ini terdapat kemungkinan kelainan retinoblastoma. Segera rujuk ke
                      dokter spesialis mata anak










                            Gambar 6.5. Tes Refleks Merah dengan hasil abnormal atau tidak ekual (c)

                        Mata  kanan:  Tes  Refleks  Merah  normal.  Mata  kiri:  refleks  merah  lebih  redup
                       dibandingkan pada mata kanan dan refleks cahaya kornea (titik putih di kornea) tidak
                       terletak di sentral. Terdapat juling pada anak di gambar ini yang mungkin disebabkan
                       karena kondisi kelainan mata yang serius. Segera rujuk ke dokter spesialis mata anak

                2.  Deteksi pupil putih menggunakan senter
                    a.  Tes ini bertujuan untuk mendeteksi pupil putih (leukocoria); termasuk di dalamnya
                       kelainan  katarak,  retinoblastoma,  penyakit-penyakit  mata  yang  melibatkan  kornea,
                       lensa, vitreous, dan retina
                    b.  Tes ini dapat dilakukan sejak bayi baru lahir mulai umur 0-3 bulan, dilanjutkan pada
                       umur  6,  9,  18,  24,  dan  36  bulan,  pada  saat  pemeriksaan  rutin  ketika  kunjungan
                       imunisasi, atau bila ada keluhan mengenai penglihatan atau kelainan pada mata anak



              154
   172   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182