Page 179 - Simulasi, Derteksi, dan Intervensi dini tumbuh kembang anak
P. 179
PEDOMAN PELAKSANAAN
Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar
3. Tes lampu kilat (blitz) kamera
a. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi pupil putih (leukocoria); termasuk di dalamnya
kelainan katarak, retinoblastoma, penyakit-penyakit mata yang melibatkan kornea,
lensa, vitreous, dan retina
b. Tes ini dapat dilakukan sejak bayi baru lahir mulai umur 0-3 bulan, dilanjutkan pada
umur 6, 9, 18, 24, dan 36 bulan, pada saat pemeriksaan rutin ketika kunjungan
imunisasi, atau bila ada keluhan mengenai penglihatan atau kelainan pada mata anak
c. Tes ini dapat dilakukan oleh tenaga medis, kader, atau awam
d. Cara melakukan tes lampu kilat (blitz) kamera (Gambar 6.9):
• Deteksi pupil putih secara mudah dapat dilakukan dengan menggunakan kamera
pada smartphone. Kamera dengan lampu kilat (blitz) disiapkan pada
pencahayaan ruangan redup
• Deteksi mode red eye pada kamera dinonaktifkan. Kamera kemudian diarahkan
sejajar mata anak dan anak diminta melihat ke kamera. Lihat bagian pupil,
apakah terdapat bagian yang berwarna putih atau tidak
Gambar 6.9. Cara deteksi pupil putih menggunakan tes lampu kilat (blitz) kamera
(Sumber: Pusat Mata Nasional RS Mata Cicendo)
e. Interpretasi:
Pemeriksa normalnya akan melihat bagian pupil berwarna hitam (Gambar 6.7).
f. Intervensi:
Bila ditemukan hasil gambaran pupil berwarna putih, segera rujuk ke dokter
spesialis mata atau mata anak (Gambar 6.10).
Gambar 6.10. Hasil tes lampu kilat (blitz) kamera
Kiri: SEBELUM menggunakan lampu kilat (blitz) kamera, kanan: SETELAH menggunakan
lampu kilat (blitz) kamera
(Sumber: Pusat Mata Nasional RS Mata Cicendo)
156

