Page 33 - E-Modul Ekosistem Kelas X Fase E SMA
P. 33
Silahkan dilihat video terkait Rantai Makanan dan Jaring-jaring Makanan di bawah ini untuk
memudahkan Ananda memahami materinya.
B. Piramida Ekologi
Organisme dalam kelompok ekologis yang terlibat dalam rantai makanan digolongkan
dalam tingkat- tingkat trofik. Tingkat trofik tersusun dari seluruh organisme pada rantai
makanan yang bernomor sama dalam tingkat memakan (Sulistyowati., dkk. 2016).
Sumber energi berasal dari matahari. Tumbuhan yang menghasilkan gula melalui proses
fotosintesis membutuhkan energi matahari, air, dan Karbon dioksida, dari udara. Oleh
karena itu, tumbuhan tersebut digolong- kan dalam tingkat trofik pertama. Hewan
herbivora atau organisme yang memakan tumbuhan termasuk anggota tingkat trofik kedua.
Karnivora yang secara langsung memakan herbivora termasuk anggota tingkat trofik ketiga.
Sementara itu, karnivora yang memakan karnivora yang berada di tingkat trofik tiga
termasuk dalam anggota tingkat trofik keempat. Struktur trofik pada ekosistem dapat
disajikan dalam bentuk piramida ekologi (Sulistyowati., dkk. 2016).
Piramida ekologi adalah sebuah diagram yang menunjukkan jumlah relatif dalam rantai
makanan atau jaring-jaring makanan. Bentuk piramida ekologi menunjukan hubungan
antara organisme dalam taraf trofik yang menunjukkan adanya daur materi, aliran energi,
dan produktivitas. Ada tiga jenis piramida ekologi, yaitu piramida jumlah, piramida
biomassa, dan piramida energi (Sulistyowati., dkk. 2016).
1. Piramida Jumlah
Piramida jumlah menunjukkan jumlah organisme
yang berada di dalam suatu daerah (areal) tertentu yang
dikelompokkan dan dihitung berdasarkan taraf trofik.
Piramida jumlah umumnya berbentuk menyempit ke
atas, tetapi dapat terjadi piramida terbalik yaitu dasar
piramida lebih kecil daripada tingkat di atasnya.
Piramida jumlah pada gambar dalam suatu ekosistem
menunjukkan bahwa sejumlah produsen (P) akan Sumber: Irnaningtyas dan Sagita (2021)
dimakan konsumen primer (K1), kemudian konsumen
Gambar 3.4 Piramida Jumlah
primer dimakan konsumen sekunder (K2), dan konsumen
sekunder dimakan konsumen tersier (K3), dan seterusnya
(Sulistyowati., dkk. 2016).
24