Page 241 - FIKIH MA KELAS XI
P. 241
H. TATA CARA DAN PELAKSANAAN PEMBAGIAN WARISAN 1.
Langkah-langkah sebelum pembagian harta warisan
Sebelum membagi harta warisan, terdapat beberapa hal yang perlu
diselesaikan terlebih dahulu oleh ahli waris. Hal pertama yang perlu dilakukan
saat membagi harta warisan adalah menentukan harta warisan itu sendiri, yakni
harta pribadi dari orang yang meninggal, bukan harta orang lain. Setelah jelas
harta warisannya, para ahli waris harus menyelesaikan beberapa kewajiban yang
mengikat muwaris, antara lain:
a. Biaya Perawatan jenazah
b. Pelunasan utang piutang
Hutang kepada Allah, misalnya, zakat, ibadah haji, kifaratt dan lain
sebagainya.
Hutang kepada manusia baik berupa uang atau bentuk utang lainnya.
Pelaksanaan wasiat
Wajib menunaikan seluruh wasiat muwaris selama tidak melebihi sepertiga
dari jumlah seluruh harta peninggalan, meskipun muwaris menghendaki
lebih. Dalam surat An-Nisa [4]: 12 Allah berfirman:
َ َََ َ
َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ
َ ََّ ََمن بعد وصيةيوصين بهااودين
َ َ َ َ َ
Artinya: … “Sesudah dipenuhi wasiat dan sesudah dibayar utangnya” (QS. An-
Nisa' [4] : 12).
2. Menetapkan ahli waris yang mendapat bagian
Pada uraian di muka sudah diterangkan tentang ketentuan bagian masing-
masing ahli waris. Di antara mereka ada yang mendapat ½ , ¼, 1/8, 1/3, 2/3 dan
1/6. Dapat dilihat bahwa semua bilangan tersebut adalah bilangan pecahan.
Cara pelaksanaan pembagian warisannya adalah dengan cara menentukan
dan mengidentifikasi ahli waris yang ada. Kemudian menentukan di antara
mereka yang termasuk :
FIKIH MA PEMINATAN IPA, IPS, BAHASA & MA KEJURUAN KELAS XI 177