Page 10 - C:\Users\Tasya\Downloads\New folder (3)\
P. 10
2. Larutan penyangga asam ditambah ion OH- (basa),
- +
Ion OH (basa) akan bereaksi dengan H membentuk H O (air)
2
+
sehingga kesetimbangan air bergeser ke atas dan H berkurang.
Kekurangan ini menyebabkan kesetimbangan asam lemah bergeser
+
ke kanan karena CH COOH membentuk CH COO dan H agar (H )
3
3
relatif tetap.
Larutan penyangga basa tersusun atas campuran basa lemah dan
asam konjugasinya (garam). Larutan ini memiliki sifat basa yang
mempertahankan pH > 7. Contoh: NH OH dengan NH Cl.
4
4
b. Prinsip Kerja Larutan Penyangga Basa
Larutan penyangga basa tersusun atas basa lemah dan asam
konjugasinya yang membentuk suatu sistem kesetimbangan spesi di
dalam larutan dan melibatkan adanya kesetimbangan air da
kesetimbangan basa lemah. Ketika larutan penyangga basa
ditambah ion H+ (asam), maka ion H+ tersebut akan bereaksi 5
dengan basa lemah. Sebaliknya, jika larutan penyangga basa
ditambah ion OH- (basa), ion OH tersebut akan bereaksi dengan
asam konjugasinya (garam).
Gambar 2 Representasi mikroskopis spesi-spesi dalam larutan
penyangga NH₄OH dengan NH₄Cl
Larutan penyangga basa juga dapat mempertahankan pH-nya
karena mengandung ion garam, kesetimbangan basa lemah dan
kesetimbangan air yang membentuk suatu sistem.