Page 8 - C:\Users\Tasya\Downloads\New folder (3)\
P. 8
1. Penyangga asam, terbentuk dari campuran antara asam lemah
dengan basa konjugatnya. Contoh : campuran antara CH COOH
3
-
(asam lemah) dengan CH COO (basa konjugatnya). Biasanya basa
3
konjugat dalam bentuk garam, misalnya CH COONa.
3
2. Penyangga basa, terbentuk dari campuran basa lemah dengan
asam konjugatnya.
Contoh: campuran antara NH atau NH OH (basa lemah) dengan
4
3
+
NH (asam konjugatnya, misalnya NH Cl).
4
4
Kedua campuran di atas dapat membentuk sistem penyangga
karena terbentuknya sistem kesetimbangan antara asam lemah
dengan basa konjugatnya dan antara basa lemah dengan asam
konjugatnya. Sistem kesetimbangan inilah yang berperan menjaga
kestabilan pH larutan.
c. P rinsip k erja 3
L arutan P enyangga
Larutan penyangga asam merupakan larutan penyangga yang
dapat mempertahankan pH < 7. Komponen penyusun larutan
penyangga asam yaitu asam lemah dan basa konjugasinya. Contoh:
CH COOH dengan CH COONa, H S dengan NaHS, H CO dengan
2
3
3
2
3
NaHCO , dan HNO dengan KNO .
2
2
3
a. Prinsip Kerja Larutan Penyangga Asam
Larutan penyangga asam tersusun atas asam lemah dan basa
konjugasinya yang membentuk suatu sistem kesetimbangan spesi di
dalam larutan yang melibatkan adanya kesetimbangan air dan
kesetimbangan asam lemah. Ketika larutan penyangga asam
+
+
ditambah ion H (asam), ion H tersebut akan bereaksi dengan basa
konjugasinya (garam). Sebaliknya, jika larutan penyangga asam
- -
ditambah ion OH (basa), ion OH tersebut akan bereaksi dengan
asam lemah.