Page 6 - E-modul 3 agustus
P. 6

Indikator Pencemaran


               Air menjadi salah satu kebutuhan dasar untuk kehidupan manusia di bumi. Berdasarkan
               kegunaannya airr digunakan untuk air minum, air mandi dan mencuci, air untuk pengairan
               pertanian,  air  untuk  kolam  perikanan,  air  sanitasi  serta  air  untuk  transportasi,  baik  air
               sungai ataupun air laut. Selain itu, kegiatan industri dan teknologi juga memerlukan air
               agar dapat berjalan dengan baik.


               Dalam kegiatan industri dan teknologi, air limbah industri (air yang telah digunakan) tidak
               boleh  langsung  dibuang  begitu  saja  ke  lingkungan  karena  hal  ini  dapat  menyebabkan
               pencemaran  air.  Air  tersebut  haruslah  diolah  terlebih  dahulu  sebelum  dibuang,  agar
               mempunyai kualitas yang sama dengan air lingkungan.


               Indikator  atau  tanda  bahwa  air  pada  suatu  lingkungan  telah  tercemar  adalah  adanya
               perubahan atau tanda yang dapat diamati melalui:
                 a)  Sifat fisika air yang belum tercemar yaitu tidak memiliki rasa/tawar, tidak berwarna,
                     suhu air biasanya sejuk atau tidak panas, jumlah Zat Padat Terlarut (TDS) biasanya
                     terdiri atas zat organik, garam anorganik, dan gas terlarut serta tidak keruh.
                 b)  Sifat kimia air yang belum tercemar yaitu tidak mengandung kadar senyawa kimia
                     yang berlebih seperti kadar besi (Fe) tidak boleh melebihi batas (1,0 mg/l), PH air
                     tidak memiliki keasaman dan tidak basa, PH yang dianjurkan untuk air bersih adalah
                     6,5 – 9, kadar tembaga (Cu) tidak boleh dalam dosis tinggi, kadar maksimum klorida
                     dalam air bersih adalah 600 mg/l, kadar zeng (Zn) di dalam air bersih adalah 15 mg/l

                     serta kadar oksigen terlarut (DOB) jenuh pada 9 mg/L.
                 c)  Sifat  biologi  air  yang  belum  tercemar  yaitu  tidak  mengandung  bakteri  patogen
                     serta terdapat kehidupan flora fauna didalamnya, sebagai contoh bakteri E. Coli.


                          Faktor Penyebab


               Berdasarkan asal polutan dan sumber pencemarannya, pencemaran air dapat dibedakan
               antara lain:

                a.  Limbah Pertanian
                    Di  dalam  limbah  pertanian  dapat  mengandung  polutan  insektisida  atau  pupuk
                    organik. Insektisida yang terbawa oleh air dapat berdampak buruk pada biota sungai

                    sehingga  menyebabkan  biota  sungai  mati.  Namun  jika  biota  sungai  yang  telah
                    terkontaminasi  dengan  insektisida  tidak  mati,  kemudian  dimakan  oleh  hewan
                    ataupun  manusia  dapat  menyebabkan  keracunan.  Untuk  mencegah  hal  tersebut,
                    upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memilih insektisida dengan spektrum yang
                    sempit  (khusus  membunuh  hewan  sasaran)  serta  bersifat  biodegradabel  (dapat
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11