Page 11 - FIQIH SOSIAL
P. 11

11

    Kalau jalan itu dijadikan lahan parikiran, tentu hak-

    hak pengguna jalan terampas begitu saja.
       Namun  kita  melihat  fenomena  parkir  liar  yang

    memakan  badan  jalan  dimana-mana,  bahkan  baik
    yang parkir atau pun tukang parkirnya adalah mereka
    yang  muslim,  taat  beragama,  rajin  shalat  bahkan
    rutin  infaq,  bantu  anak  yatim  dan  seterusnya.
    Sayangnya  motornya  diparkir  di  badan  jalan,
    sehingga jatah untuk jalanan nyaris tidak ada lagi.

       Fenomena lain yang sejenis misalnya, ada ustadz
    yang kondang sering ceramah kemana-mana. Beliau
    punya  beberapa  koleksi  mobil,  sehingga  garasinya
    padat,  lalu  sebagian  mobilnya  di  parkir  di  jalanan

    umum.

       Akibatnya  arus  lalu  lalang  masyarakat  jadi
    terganggung,  karena  mobil  di  parikiran  liar  itu
    mengambil separuh badan jalan.

       Masyarakat terganggu. Padahal mobil itu milik pak
    ustadz  yang  seharusnya  jadi  pelopor  dalam  Fiqih
    Sosial. Ini kan ironis sekali.

    2. Hajatan

       Kita  sudah  tidak  asing  lagi  menatap  fenomena
    menutup jalan dengan alasan ada  hajatan. Entah itu
    nikahan, sunatan, selametan atau apapun jenisnya.
    Intinya  jalan  ditutup  karena  untuk  menggelar
    hajatan,  yang  punya  hajat  tidak  punya  lahan  yang

    cukup di rumahnya.
       Sedangkan  untuk  menyewa  gedung  atau  lokasi
    persewaan,  barangkali  harganya  tidak  terjangkau.

                           muka  | daftar isi
   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16