Page 25 - FIQIH SOSIAL
P. 25

25


                 D. Menelusuri Jejak Fiqih Sosial





       Lalu mengapa dalam khazanah Fiqih Klasik hal-hal
    semacam ini tidak diangkat? Kenapa term fiqih klasik
    tidak  dikenal?  Apakah  selama  ini  Ilmu  Fiqih  telah
    keliru dan salah jalan?

       Jawabannya tidak juga, tidak keliru dan tidak salah
    jalan. Sebab yang disebut-sebut sebagai Fiqih Sosial
    atau aspek-aspek sosial bukannya tidak ada. Justru
    ada dan eksis dalam masalah peribadatan sudah ada

    dan include tanpa kita sadari, bahkan sejak dari bab-
    bab pertama kajian Fiqih.

    1. Dimensi Sosial Dalam Fiqih Thaharah
       Deretan  tema-tema  Fiqih  biasanya  dimulai  dari

    bab Thaharah. Sebutlah dalam urusan thaharah atau
    bersuci ketika mau shalat atau ke masjid.

    a. Tidak Mengganggu Dengan Bau Busuk
       Bukankah  kita  diwajibkan  berwudhu  dan

    disunnahkan mandi serta mengenakan pakaian yang
    bersih  lalu  memakai  wewangian?  Bahkan  yang
    makan  makanan  berbau  menyengat  malah
    dimakruhkan untuk masuk ke masjid.

       Dari segi fiqih soial, semua hal itu meski hukumnya
    sunnah, namun secara sosial kita dipesan untuk tidak
    'menyiksa'  atau  'mengganggu'  orang  lain  dan
    masyrakat,  walau  hanay  lewat    aroma  yang  busuk
    yang keluar dari tubuh atau mulut kita. Itu fiqih sosial

    sekali. Sangat sosial bahkan.
                           muka  | daftar isi
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30