Page 32 - FIQIH SOSIAL
P. 32

32

    dikerjakan  dengan  cara  yang  khusyu’,  tenang  dan

    tertib.
       Suatu hari ada dua orang dari luar kota Madinah,

    tepatnya  dari  Thaif  yang  masuk  ke  dalam  masjid
    nabawi  membikin  kegaduhan  dengan  meninggikan
    suara mereka. Melihat hal itu, Umar bin Al-Khattab
    radhiyallahuanhu lantas sigap bertindak.

       Di  dekati  kedua  orang  yang  tidak  dikenalnya
    sebagai  penduduk  Madinah,  dan  ditanyakan
    identitas mereka. “Kalian berasal dari mana?”, tanya
    Umar.  “Kami  dari  Thaif”,  jawab  keduanya.”Demi
    Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya
    kalian ini asli orang Madinah, pastilah telah kupukul

    kalian berdua ini”, ancam Umar.

       Peristiwa  ini  memberi  banyak  pelajaran  kepada
    kita, salah satunya yang paling utama adalah dilarang
    hukumnya  membuat  kegaduhan  di  dalam  masjid.
    Untung  saja  kedua  orang  itu  bukan  penduduk
    Madinah,      sehingga      Umar      bisa    memaklumi
    keawaman kualitas agama dan pemahaman mereka
    dalam hukum-hukum masjid.

       Maka  resiko  mengajak  anak  kecil  yang  belum
    matang pikirannya, akan mengakibatkan ketenangan

    jamaah  dalam  terganggu  dalam  beribadah.
    Bagaimana mau shalat khusyu’, kalau puluhan anak-
    anak  kecil  berlari-larian  kesana  kemari  sepanjang
    shalat,  diiringi dengan teriakan dan  jeritan mereka
    tentunya. Maka masjid akan berubah menjadi arena
    yang penuh dengan kegaduhan.

       Kalau  sudah  begini,  pengurus  masjid  hanya  bisa
                           muka  | daftar isi
   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37