Page 4 - My FlipBook
P. 4
3. Perbedaan sikap dan tindakan
Umumnya, pria itu lebih bersikap agresif, berbuat, dan membangun. Pria
membuat rumah, membuka ladang baru, dll. Pria mementingkan tugas, karier, dan
tempat kerja.
Umumnya, wanita lebih pasif, menerima, dan memelihara. Wanita merawat
rumah, menyiram tanaman, mengandung, melahirkan, dan mengasuh anak.
D. LEMBAR KERJA SISWA
1. Menyimak cerita kehidupan:
ADAT MENGONDISIKAN PEREMPUAN DI BAWAH PRIA
Adat menempatkan perempuan adalah ibu yang memberikan segala-
galanya. Sementara pria adalah kepala rumah tangga yang diidentikkan dengan
seorang kepala perang, penguasa atas keluarga.
Direktris Lembaga Pengkajian dalam Pemberdayaan Perempuan dan
Anak-anak (LP3A), Dra. Selfi Sanggenafa, mengatakan: adat tidak mengajarkan
kekerasan suami terhadap perempuan, tetapi kondisi yang dibangun melalui
sistem adat tradisional telah memosisikan perempuan di bawah tekanan dan
kekerasan suami.
Sebagai perempuan yang hidup dalam sistem adat masyarakat tertentu,
harus pasrah, tabah, dan sabar atas setiap situasi di dalam keluarga, termasuk
menerima semua bentuk kekerasan dan kekejaman suami terhadap istri dan
anak-anak di dalam keluarga. Sikap seperti ini dinilai adat sebagai sikap
perempuan yang beretika, tahu diri, menghormati adat, membawa rejeki, dan
melahirkan keturunan yang beruntung.
Sikap pasrah dan menerima ini masih mendominasi 90% perempuan,
termasuk mereka yang sudah berpendidikan tinggi. Walau perempuan itu
seorang pejabat, tetapi di rumah ia masih harus rela menerima perlakuan kasar
suami dan menghormati suami seperti perempuan tradisional lainnya.
Hampir semua perempuan dalam keluarga memiliki semacam perasaan
“wajib” menerima kekerasan dari suami dan keluarga suami. Sikap ini diturunkan
dari generasi ke generasi melalui ‘sosialisasi’ ibu kepada putrinya.
Saat kecil ibu sudah mengajarkan bagaimana bersikap sopan terhadap
saudara laki-laki dan menjelang dewasa perempuan diberi pengertian mengenai
sikap sopan terhadap suami. Tetapi, pria jarang diajarkan sikap sopan terhadap
perempuan di rumah.
Salah satu penyebab terpenting sikap pasrah istri terhadap suami adalah
mas kawin. Makin tinggi nilai mas kawin, beban moril yang ditanggung istri makin
tinggi. Istri merasa seakan-akan “dibayar mahal”. Karena itu, seluruh diri, jiwa
raganya harus dibaktikan untuk melayani seluruh kebutuhan suami, termasuk
anggota keluarga suami.

