Page 6 - Keaddan Masyarakat Makkah Sebelum Islam
P. 6
• Kekuatan, keperkasaan, keuletan dan keberanian merupakan modal
utama untuk dapat bertahan di alam gurun pasir. Mereka tidak menyukai
anak-anak wanita karena wanita dinilai makhluk lemah, tidak mampu
berperang, dan tidak kuat melakukan pekerjaan yang berat. Seakan suatu
bencana besar dan sebagai aib jika tidak mempunyai anak laki-laki.
• Namun, selain memiliki watak, perangai, dan perilaku keras, penduduk
arab mempunyai jiwa seni sastra yang tinggi, terutama dalam bentuk
syair dan sajak. Kepandaiannya dalam mengubah sajak atau syair
merupakan kebanggaan orang Arab. Para penyair kenamaan sangat
dikagumi dan dihormati.
• Dari segi keyakinan, bangsa Arab pada masa jahiliyah terbagi menjadi
beberapa golongan:
1. Golongan yang mengingkari Sang Pencipta dan hari kebangkitan.
Mereka percaya bahwa alam, masa, dan waktulah yang membinasakan
segalanya seperti yang termaktub dalam QS. Al-Jaatsiyah (45) : 24
2. Golongan yang mengakui adanya Tuhan, tetapi walaupun mengakui
adanya Tuhan, namun mengingkari adanya hari kebangkitan, seperti
yang termaktub dalam QS. Qaaf (50) : 15.
3. . Golongan yang menyembah berhala, biasanya masing-masing kabilah
memiliki berhala sendiri-sendiri. Kabilah Kalab di Daumatul Djandal
misalnya, mereka mempunyai berhala Wad, kabilah Huzdail
mempunyai berhala Suwa‟ Kabilah Madzhaj dan kabilah-kabilah di
Yaman semuanya menyembah Yaghuts dan Ya‟uq, Kabilah Tsaqif di
Thaif menyembah Latta, Kabilah Qurays di Kinanah menyembah Uzza.
Kabilah Aus dan Khazraj menyembah Manat, dan sebagai pemimpin
dari semua berhala adalah Hubal yang ditempatkan di samping sisi
Ka‟bah
4. Golongan yang lain adalah golongan yang cenderung mengikuti ajaran
Yahudi, Nasrani, dan Shabiah, ada pula yang menyembah malaikat atau
jin.