Page 21 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 31 OKTOBER 2019
P. 21

Title          EKONOM : KENAIKAN UMP TERLALU TINGGI BISA PICU PHK
               Media Name     bisnis.com
               Pub. Date      30 Oktober 2019
                              https://ekonomi.bisnis.com/read/20191030/257/1164714/ekonom-kenaikan-u mp-terlalu-
               Page/URL
                              tinggi-bisa-picu-phk
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative














               JAKARTA - Ekonom menilai industri padat karya sebaiknya dikecualikan dalam
               kenaikan upah minimum provinsi (UMP) pada tahun depan. Pasalnya, kenaikan UMP
               dinilai akan menurunkan daya saing industri padat karya.

               Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal
               mengatakan kenaikan UMP pada kondisi industri saat ini dapat berujung pada
               perumahan tenaga kerja. Pasalnya, kenaikan UMP pada tahun depan lebih dari 8%
               tidak sejalan dengan pertumbuhan produktivitas tenaga kerja industri yakni 2%--3%
               tahun ini.

               Oleh karena itu, Faisal mengharapkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 45/2019 dapat
               membantu. Pasalnya, beleid tersebut memiliki klausul pengurangan pajak
               penghasilan sebesar 60%.

               "Asal eksekusinya cepat dan mudah. Selain itu, mudah mendapatkannya. Pemberian
               insentif itu harus dijalankan dengan konsisten dan cepat eksekusinya," katanya
               kepada Bisnis , Selasa (29/10/2019).

               Adapun Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal mengatakan kenaikan UMP
               pada tahun depan sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut
               disebabkan oleh adanya aturan yang jelas dalam penambahan UMP yakni
               pertumbuhan ekonomi plus inflasi.

               Namun demikian, kenaikan UMP pada tahun depan masih dinilai berat lantaran
               masalah produktivitas tenaga kerja nasional belum selesai. Menurutnya, kenaikan
               UMP seharusnya dua kali dari pertumbuhan produktivitas tenaga kerja. Artinya,
               Fithra mengusulkan UMP tahun depan hanya naik 4%--6%.

               "Sebesar 8,5% ini cenderung tinggi. Artinya, akan ada kemungkinan lay-off atau
               switching dari tenaga kerja menuju otomatisasi. Kalau sudah otomatisasi, potensi
               PHK [pemutusan hubungan kerja] PHK lebih tinggi. Dampak jangka menengah
               adanya relokasi industri keluar Indonesia. Investasi yang masuk akan menahan dan
               diversi," katanya.




                                                       Page 20 of 173.
   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26