Page 90 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 31 OKTOBER 2019
P. 90

Title          BURUH TOLAK UMP DKI 2020 HITUNGAN PENGUSAHA DAN PEMERINTAH: KAMI RUGI
               Media Name     kumparan.com
               Pub. Date      30 Oktober 2019
                              https://kumparan.com/kumparanbisnis/buruh-tolak-ump-dki-2020-hitungan- pengusaha-
               Page/URL
                              dan-pemerintah-kami-rugi-1s9gNek46u9
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive













               Serikat buruh secara kompak menolak Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta
               2020 yang hanya naik 8,51 persen atau Rp 4.278.349,90. Melalui aksi demo yang
               digelar di depan gedung Balai Kota DKI Jakarta, ratusan massa buruh DKI Jakarta
               meminta agar UMP 2020 naik 16,51 persen menjadi Rp 4.619.878,99.

               Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) DKI Jakarta Winarso menyebut
               besaran UMP 2020 hasil perhitungan pemerintah dan pengusaha sangat merugikan
               para buruh. Dia menilai, UMP Rp 4,27 juta tak cukup untuk memenuhi kebutuhan
               hidup di DKI.


               "Ya kalau pengusaha itu menurut kami harus mengikuti peraturan pemerintah. Dia
               tidak bisa keluar dari itu. Kami, buruh, merasa dirugikan. Bahwa kebutuhan kami
               sebenernya tidak segitu," kata Winarso di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta,
               Rabu (30/10).

               Maka, dia meminta agar pemerintah mendengar tuntutan buruh. Pihaknya juga
               mengaku telah melakukan hitungannya sendiri dengan melakukan survei 60 item
               Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di swalayan dan supermarket.

               "Ada hitungan khusus yang memang harus diakomodir oleh pemerintah. Jadi jangan

               hanya mendengarkan sepihak, maka dari itu dalam rangka politik ini menolak PP 78
               karena memang tidak real dengan apa yang kita inginkan, apa yang kita tuntut, dan
               kita butuhkan," kata dia.

               Selain itu, kenaikan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100 persen juga ikut membebani
               pengeluaran buruh. Dia bilang bahwa idealnya UMP DKI Jakarta sebesar Rp 5 juta
               per bulan.

               "Pasti ada (relasinya dengan) kenaikan BPJS, kenaikan listrik, terus kenaikan bahan





                                                       Page 89 of 173.
   85   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95