Page 92 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 31 OKTOBER 2019
P. 92
Title KSPI DKI INGINKAN UPAH MINIMUM RP4,6 JUTA
Media Name antaranews.com
Pub. Date 30 Oktober 2019
https://www.antaranews.com/berita/1138475/kspi-dki-inginkan-upah-minim um-rp46-
Page/URL
juta
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) DKI menginginkan upah
minum pekerja di Jakarta yang akan ditetapkan pada 1 November menjadi Rp 4,6
juta atau kenaikannya sebesar 16 persen sesuai kajian Dewan Pengupahan dari
unsur buruh.
"Ini adalah kebutuhan riil masyarakat yang ada di DKI Jakarta bahwa mereka itu
harus memenuhi kebutuhannya dengan sebesar nilai tersebut, Rp4.600.000," kata
Ketua KSPI DKI Jakarta Winarso, Rabu.
Menurut Winarso, jumlah upah minimum pekerja yang dituntut buruh dalam aksi
mereka berasal dari survei yang dilakukan oleh Dewan Pengupahan Buruh KSPI
secara langsung.
"Kita survei masuk ke pabrik dan ke swalayan. Itu kan harganya riil kalau di
swalayan. Ada daftar harganya, kita input dari situ, kita jumlah. Beda dengan survei
yang memang sedang berjalan," kata Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal
Indonesia (FSPMI) DKI Jakarta itu.
Ia menuturkan, survei yang dilakukan pemerintah mengambil lapisan pasar dengan
harga terendah, yaitu dengan masuk ke pasar tradisional dan di waktu yang tidak
tepat.
"Misalnya sayur disurvei pada siang hari. Pedagang itu menjual sayur yang tinggal
sisa dan ketika ditanya harganya dia hanya menyebutkan saja dengan harga yang
murah, yang penting laku," ujar Winarso.
Karena itu, Winarso mengatakan survei dari Dewan Pengupahan Buruh lebih riil
dibandingkan dengan survei dari Menteri Ketenagakerjaan RI.
Hal itu menyebabkan buruh menolak kenaikan upah yang ditentukan oleh Menteri
Ketenagakerjaan lewat formula Peraturan Pemerintah 78/2015 tentang pengupahan
Page 91 of 173.

