Page 96 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 31 OKTOBER 2019
P. 96
Title PERWAKILAN KSPI SAMPAIKAN ASPIRASI KE ANIES BASWEDAN
Media Name antaranews.com
Pub. Date 30 Oktober 2019
https://www.antaranews.com/berita/1138435/perwakilan-kspi-sampaikan-as pirasi-ke-
Page/URL
anies-baswedan
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Perwakilan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sudah selesai
menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di
Balai Kota Jakarta, Rabu.
"Cukup lama memang pertemuan tadi, kita berhasil memberikan pandangan dan aspirasi
kita yang memang sudah dibekali dari awal kepada para perwakilan," kata Ketua KSPI DKI
Jakarta Winarso dari mobil komando.
Pertemuan itu berlangsung selama satu jam. Winarso dan keenam perwakilan lainnya
didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan DKI Jakarta Andri Yansyah, Kepala Kesbangpol
DKI Jakarta Taufan Bakri, dan salah seorang anggota TGUPP segera keluar dari ruang
pertemuan seusai bertemu Gubernur Anies.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Andri Yansyah yang turut naik ke atas mobil komando buruh
menyampaikan hal-hal yang dibahas dalam pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta.
"Seperti yang disampaikan di dalam tadi, memang ada aturan yang tidak bisa kita langgar.
Jadi ada beberapa hal yang bisa kita ambil atau ruang yang bisa dimasukan ke dalam
program kita untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja. Misalnya kartu pekerja," kata
Andri Yansyah.
Andri Yansyah mencontohkan usaha lain untuk meningkatkan pendapatan pekerja melalui
gerai koperasi kerja atau mengikutsertakan istri dari buruh dalam program pengembang
kewirausahaan.
"Sehingga pendapatan pekerja tidak hanya bertumpu pada suami yang kerja di perusahaan
tapi juga bisa dihasilkan kreativitas dan inovasi dari istrinya," kata Andri Yansyah.
Hasil akhirnya, pada Kamis (31/10) akan dibentuk tim 7 yang dikhususkan untuk mengelola
aspek ekonomi kreatif untuk para buruh bersama dengan Pemprov DKI sehingga pekerja
dapat menghasilkan pendapatan lebih.
Massa KSPI DKI Jakarta diketahui memulai aksinya sekitar pukul 11.00 WIB untuk menolak
kenaikan upah minimum yang sebesar 8,51 persen.
Buruh menuntut tiga hal yaitu agar upah minimum dinaikkan sebesar 16 persen dan
menolak Peraturan Pemerintah Tahun 2015 tentang Pengupahan serta menolak Surat
Edaran Menaker No.B-M/308/HI.01.00/X/2019 perihal Data Tingkat Inflasi Nasional dan PDB
Tahun 2019.
Pewarta: Livia Kristianti Editor: Sri Muryono COPYRIGHT (c)2019 .
Page 95 of 173.

