Page 14 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 MARET 2020
P. 14

Title          PENANGGURAN MENINGKAT, PEMERINTAH HARUS BUKA LAPANGAN KERJA LEBIH BANYAK
               Media Name     jpnn.com
               Pub. Date      03 Maret 2020
                              https://www.jpnn.com/news/penangguran-meningkat-pemerintah-harus-buka- lapangan-
               Page/URL
                              kerja-lebih-banyak
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive
















               JAKARTA - Lapangan kerja yang tersedia saat ini dinilai masih terbatas dan belum
               bisa menandingi laju pertumbuhan angkatan kerja.

               Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri
               Firdaus Heri mengatakan masalah terbesar dari tingginya jumlah pengangguran di
               Indonesia disebabkan ketimpangan antara jumlah angkatan kerja dengan
               ketersediaan lapangan kerja.

               "Jumlah orang ngangur sekarang 7,05 juta, tapi setahun sebelumnya itu cuma 7,00
               juta. Artinya meningkat 0,5 juta orang. Kenapa demikian, karena pertumbuhan
               angkatan kerja semakin banyak. Artinya lulusan-lulusan kuliah sekolah mencari kerja
               itu pertumbuhannya makin banyak. Nah sementara yang lolos masuk ke dunia
               pekerjaan itu relatif lebih lambat pertumbuhannya daripada pertumbuhan laju
               angkatan kerja baru," kata Heri, Senin (2/3).

               Karena itu, pemerintah harus membuka lapangan kerja lebih banyak lagi. Salah satu
               caranya adalah dengan mendatangkan banyak investor.

               "Bagaimana mengatasi supaya lapangan kerja lebih banyak, ya tentu mengundang
               banyak investor. Investor luar dan dalam negeri. Jadi intinya meningkatkan iklim
               investasi supaya investor banyak masuk. Buka industri segala macem kan butuh
               tenaga kerja jadi bagaimana supaya investornya masuk salah satunya mungkin
               dengan yang sekarang lagi digagas Pemerintah Omnibus Law Cipta Kerja," kata
               Heri.

               Menurut Heri, iklim investasi di Indonesia saat ini masih belum bisa menarik
               perhatian para investor. Banyak Investor yang masih enggan berinvestasi di
               Indonesia lantaran biaya produksi di Indonesia jauh lebih mahal ketimbang negara-
               negara lain.

               "Biaya produksi itu contohnya apa, misalnya untuk bikin satu handphone di
               Indonesia itu butuh modal yang lebih banyak ketimbang bikin satu handphone di




                                                       Page 13 of 99.
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19