Page 19 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 MARET 2020
P. 19
keluarga yang ada di sana. Kebetulan, adik bungsu korban ada di sana (Malaysia-
Red)," kata Hadi, Senin (2/3) siang.
Tanggungjawab
Seusai menghela napas panjang, orang tua korban, Daenah Zaenab (65)
menyatakan ikhlas jika putra pertamanya itu harus dimakamkan di Malaysia. Itu
setelah Daenah menghubungi putra bungsunya, Abdul Rohman, yang mengabarkan
kondisi sang kakak di Malaysia. Dijelaskan, penabrak bersedia bertanggung jawab
atas musibah tersebut. Namun, karena membutuhkan biaya yang cukup besar,
pelaku tidak menyanggupi untuk memulangkan jasad Rasmono ke Indonesia.
"Anak bontot saya di sana. Dia bilang, kalau si penabrak mau bertanggungjawab.
Tetapi karena keterbatasan ekonomi, pelakunya tidak bisa membiayai pemulangan
jasad anak saya. Katanya butuh sekitar Rp 50 juta untuk bisa membawa jasad anak
saya ke sini," terang Daenah.
Diketahui, Rasmono menjadi korban kecelakaan sesaat setelah menunaikan ibadah
Shalat Isya, Minggu (1/3) waktu setempat. Rasmono meninggal dunia di lokasi
kejadian dan peristiwa nahas itu diunggah salah satu rekannya di FB. Kini, pihak
pelaku dan petugas kepolisian meminta kepada perwakilan keluarga korban di
Indonesia agar bisa datang ke Malaysia. Tujuannya, untuk menyelesaikan kasus
tersebut bersama ahli waris. "Saya bingung kalau disuruh ke sana. Untuk itu, saya
meminta bantuan kepada pemerintah," imbuh Daenah.
Sementara itu, Lurah Kraton, Kuwat Daryani mengatakan, pihaknya telah berupaya
menjembatani kasus yang menimpa warga Jalan Salak tersebut. Kini, pihaknya
masih menunggu kabar dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota
Tegal. "Kita lihat, apakah korban ini berangkat ke Malaysia melalui PJTKI atau tidak.
Kita upayakan semaksimal mungkin," tegasnya.
Page 18 of 99.

