Page 117 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 MARET 2020
P. 117
Title KEPUTUSAN PENGHENTIAN SEMENTARA PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN PUNYA
KELEMAHAN
Media Name sindonews.com
Pub. Date 20 Maret 2020
Page/URL https://nasional.sindonews.com/read/1562539/15/keputusan-penghentian-s ementara-
penempatan-pekerja-migran-punya-kelemahan-1584673075
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai keputusan Menteri
Tenaga Kerja Ida Fauziyah yang menghentikan sementara penempatan pekerja
migran Indonesia (PMI) ke luar negeri agak sedikit terlambat. Namun, Saleh
mengapresiasi langkah penghentian penempatan PMI ke luar negeri yang dilakukan
oleh Kementerian Ketenagakerjaan.
Adapun penghentian tersebut dimaksudkan dalam konteks perlindungan WNI dari
penyebaran virus corona. Karena itu, Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta
(LPTKS) diharapkan dapat mematuhinya.
"Meskipun agak sedikit terlambat, keputusan itu dinilai sudah sangat tepat. Dengan
begitu, untuk sementara waktu, tidak boleh ada penempatan PMI ke seluruh
negara. Ini harus dipatuhi. Tidak boleh dianggap enteng," ujarnya kepada
SINDOnews, Jumat (20/3/2020).
Kendati demikian, kata dia, Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 151 Tahun
2020 memiliki kelemahan. Sebab, kata dia, di dalam diktumnya tidak dimasukkan
klausul sanksi bagi LPTKS yang masih tetap mengirimkan PMI.
Dia melanjutkan, bisa jadi keputusan menteri (kepmen) itu akan menjadi semacam
imbauan saja.
“Khawatirnya, ini hanya dianggap sebagai imbauan saja. Padahal, pada situasi
seperti ini, kepmen itu harus dilaksanakan demi kebaikan bersama," ujar Wakil
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Selain itu, dia mendesak agar Kementerian Ketenagakerjaan juga menindak tegas
kepada pihak-pihak yang masih terus mengirimkan PMI secara ilegal. Sebab, kata
dia, pengiriman secara ilegal akan menyulitkan pemerintah di kemudian hari.
Apalagi, data-data PMI yang diberangkatkan tidak jelas. Termasuk perusahaan yang
menempatkan, yang mempekerjakan, dan kontrak kerjanya.
Page 116 of 134.

