Page 129 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 MARET 2020
P. 129
Title MALAYSIA DEPORTASI 144 TKI KE KALBAR DI TENGAH WABAH CORONA
Media Name cnnindonesia.com
Pub. Date 20 Maret 2020
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200320180312-20-485438/malaysi a-
Page/URL
deportasi-144-tki-ke-kalbar-di-tengah-wabah-corona
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Pontianak - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dijadwalkan menerima 144
pekerja migran atau tenaga kerja Indonesia ( TKI ) yang dideportasi dari Sarawak,
Malaysia , melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau,
Kalimantan Barat, Sabtu (21/3).
Untuk mencegah ratusan TKI terpapar dari virus corona Covid-19, Kepala Dinas
Sosial dan Ketenagakerjaan Kalbar, Yuline Marhaeni mengatakan, mereka harus
melalui pemeriksaan kesehatan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Dinkes
Kalbar, sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing.
"Pekerja migran yang mengalami sakit akan langsung dikarantina di PLBN Entikong.
Yang sehat akan dibawa ke shelter Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Kalbar," kata
Yuline di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (20/3).
Yuline belum bisa merinci pelanggaran apa yang dilakukan ratusan pekerja migran
itu hingga Malaysia menerapkan kebijakan deportasi .
"Yang sehat nanti di selter juga akan dilakukan pemeriksaan kesehatan berkala
sambil menunggu kapal Pelni memulangkan mereka," kata Yuline.
Gubernur Kalbar Sutarmidji sebelumnya telah memerintahkan untuk menutup akses
keluar masuk orang dan barang dari Malaysia, menyusul negara tetangga itu
khususnya Sarawak, telah terdapat kasus positif covid-19, sebelum Kalbar.
Atas hal tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menutup tiga Pos Lintas
Batas Negara (PLBN) yang menghubungkan ke Negara Malaysia.
"Ketiga PLBN yang mulai ditutup yakni Entikong, di Sanggau, lalu Aruk di Kabupaten
Sambas dan Nanga Badau di Kabupaten Kapuas Hulu," kata Kepala Dinas
Perhubungan Kalbar Manto Saidi, Rabu (18/03) lalu.
Manto mengatakan penutupan itu untuk mencegah penyebaran virus corona atau
Covid-19 di Kalbar.
"Pintu itu ditutup karena jadi pintu masuk bagi semua warga Indonesia yang akan
keluar dan masuk ke wilayah Kalbar, Namun warga negara asing yang mau keluar
dari wilayah Kalbar masih dipersilakan," tutur Manto.
Page 128 of 134.

