Page 14 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 MARET 2020
P. 14
191 WNI Pulang Mendadak dari Malaysia ke Selatpanjang
Penerapan pembatasan pergerakan (lockdown) oleh Malaysia membuat Warga
Negara Indonesia (WNI) banyak yang pulang secara mendadak ke tanah air. Kepala
Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang Maryana menyatakan, ada 191 warga
negara Indonesia (WNI) asal Kepulauan Meranti yang telah dipulangkan dari
Malaysia terhitung sejak 17 dan 19 Maret 2020.
Dirincikan bahwa pada tanggal 17 Maret 2020 ada 94 orang yang tiba di Kepulauan
Meranti dimana 91 merupakan WNI dan 3 WNA, lalu pada 19 Maret 2020 ada 100
orang yang tiba di Selatpanjang dari Malaysia dan semuanya merupakan WNI. Pada
tanggal 18 Maret tidak ada pelayaran kapal dari Malaysia ke Selatpanjang.
"Dari 91 WNI yang pulang pada Selasa (17/3) kita dapati ada tiga orang WNA. Tapi
besoknya langsung kembali ke Negara asalnya Malaysia atas kemauan sendiri. Jadi
mereka bertiga saja yang menaiki Kapal Elugo kemarin," ungkap Maryana saat
ditemui diruang kerjanya, Kamis (19/3/2020).
Terkait pengawasan, Maryana mengaku pihaknya hanya melakukan pendataan saja.
Itu pun menurut dia, hanya bagi WNI yang melangsungkan kedatangan atau
keberangkatan melalui jalur internasional, Pelabuhan Tanjung Harapan
Selatpanjang. Namun Maryana mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa
orang warga Meranti yang berada di Malysia saat ini.
"Kalau jumlah WNI di sana kita tidak tahu, karena merek da yabg pulang dari
Tanjung balai, tidak semuanya melalui Selatpanjang, Selain itu mereka yang
mengurus paspor juga tidak bisa dipastikan semuanya berangkat ke sana." Ujarnya.
Namun demikian Maryana menyarankan sesuai arahan pemerintah pusat agar WNI
yang berada di luar negeri agar segera kembali seperti dari negara Malaysia
mengingat Negera tersebut juga sudah menyatakan lockdown.
"Itu sesuai dengan arahan pemerintah pusat, bisa ada kesulitan kembali dari sana
bisa menyampaikannya melalui Konsulat Jendral RI yang ada di Johor," ungkapnya.
Rentetan dari wabah tersebut dijelaskan Maryana, juga berdampak buruk pada
pemohon pembuatan pasport baru.
"Berdampak juga. Persentasenya menurun sampai 50 persen sejak tanggal 17
kemarin," ungkapnya.
Menanggapi wabah Covid-19 atau virus corona, jajarannya tetap selalu bersinergi
dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Meranti. Terlebih, saat ini ia telah
meminta para petugas pelayanan untuk mengkenakan masker dan selalu mencuci
tangan dengan sabun anti-septik.
Page 13 of 134.

