Page 74 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 MARET 2020
P. 74

Title          MAKAN SARDEN KARENA KELAPARAN, TKI DISIKSA MAJIKAN DI SINGAPURA
               Media Name     sindonews.com
               Pub. Date      21 Maret 2020
                              https://international.sindonews.com/read/1563664/40/makan-sarden-karen a-kelaparan-
               Page/URL
                              tki-disiksa-majikan-di-singapura-1584762036
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive













               Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia, Yuni Dwi Lestari (25) telah
               disiksa majikannya di Singapura, Mun Sau Yeng, dalam delapan bulan. Buruh
               migran itu dipaksa majikannya memukul wajahnya. Saat ini, Mun menjalani sidang
               di pengadilan dan mengakui perbuatan asusila tersebut.

               Dwi melayangkan beberapa dakwaan terhadap Mun dan bekerja sebagai pembantu
               rumah tangga (PRT) di rumah Mun sejak April 2018. Berdasarkan kuasa hukum
               terdakwa Kalidass Murugaiyan, Mun menderita obsessive-compulsive disorder (OCD)
               sehingga kekecewaannya selalu berlebihan dan berujung pemaksaan.


               Kekerasan terhadap PRT yang dilakukan Mun terkadang disebabkan hal sepele.
               Kalidass menyebut, kliennya selalu merasa kecewa terhadap hasil pekerjaan korban
               yang tidak memenuhi harapan. Dengan kondisi yang runyam dan rumit, terdakwa
               akhirnya melampiaskan kekesalannya dengan memukul korban.


               Penganiayaan itu terjadi ketika Dwi baru dua bulan bekerja. Saat itu, Mun
               menggunakan pipa vacuum cleaner untuk memukul bahu korban hingga
               menyebabkan luka lembam. Pada Juli 2018, Mun kembali memukul kepala korban
               dengan tangannya. Korban lalu dipukul lagi karena memakan sarden untuk makan
               siang.

               "Terdakwa marah besar saat mengetahui sarden yang dia simpan untuk makan
               malam dimakan pembantunya dan memukulnya berulang kali di kedua pipinya.
               Peristiwa itu terjadi pada November 2018. Saat itu, korban mengaku sedang
               kelaparan," ungkap Wakil Jaksa Umum Muhamad Imaduddien, dilansir CNA.

               Mun kemudian memaksa korban memukul pipinya sendiri selama 50 kali karena dia
               berpikir korban akan mengingat rasa nyeri itu ketimbang dipukul olehnya. Korban
               sempat menolak, tapi terus dipaksa dan diawasi pelaku. Akibatnya, pipi korban
               membengkak dan membiru, tapi tidak pernah dirawat di rumah sakit.


               Mun juga memerintahkan korban untuk menunduk selama beberapa hari karena dia
               tidak ingin suaminya melihat luka tersebut. Pada 3 Februari 2019, Mun melihat kaca
               dapur kotor dan menyuruh korban membersihkannya. Namun, sehari kemudian,
               Mun tak melihat kaca itu menjadi bersih dan marah besar.



                                                       Page 73 of 134.
   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78   79