Page 82 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 MARET 2020
P. 82
Pasca-penetapan lockdown pada, Rabu (18/3/2020), warga terlihat masih
beraktivitas di luar rumah seperti biasa.
Imbauan pemerintah agar warganya tak meninggalkan rumah pun serasa tidak
digubris oleh sebagian warga Malaysia .
Hingga akhirnya, Jumat (20/3/2020), otoritas Malaysia menurunkan tentara untuk
mendisiplinkan warganya akan aturan lockdown.
Pengerahan tentara dilakukan karena banyak warga Malaysia yang melanggar
aturan isolasi yang kini diberlakukan.
Media asing lokal dalam laporannya mengatakan warga Malaysia banyak yang
mengabaikan larangan ke luar rumah dan segala aturan yang diberlakukan selama
lockdown berlangsung.
Ada yang masih berjalan atau joging di taman dan ada yang tetap makan di luar.
Polisi Malaysia awalnya ditugasi untuk menegakkan larangan-larangan yang
diberlakukan.
Namun Menteri Pertahanan Ismail Sabri Yaakob menyatakan tentara-tentara
Malaysia akan ikut dilibatkan mulai Minggu (22/3/2020) mendatang.
"Kami yakin bahwa dengan bantuan tentara, penegakan yang lebih keras akan bisa
dilakukan," ucap Ismail dalam konferensi pers.
"Masih ada banyak orang yang tidak peduli soal perintah dari pemerintah,"
imbuhnya.
Untuk diketahui, warga Malaysia diperintahkan untuk tetap di rumah selama
lockdown atau perintah pengendalian pergerakan (movement control order/MCO)
diberlakukan hingga 31 Maret mendatang.
Semua sekolah dan kebanyakan pusat bisnis ditutup sementara.
Warga Malaysia juga dilarang pergi ke luar negeri dan seluruh warga asing
dilarang masuk ke negara tersebut.
Selain itu, beberapa taman di Malaysia ditutup dua minggu.
Pihak Balai Kota Kuala Lumpur (DBKL) juga telah memasang pemberitahuan.
Page 81 of 134.

