Page 137 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 137

langsung saat bekerja. Misal, penyandang disabilitas yang bekerja sebagai terapis pijat, penata
              rambut, dan lain-lain.
              Lebih jauh, tercatat hanya sekitar 40 persen responden yang sudah menerima setidaknya satu
              program  bantuan  sosial  dari  pemerintah,  di  mana  hanya  empat  persen  dari  mereka  yang
              menerima bantuan tunai.

              Dalam situasi krisis tersebut, perempuan lebih cenderung jatuh miskin dibandingkan laki-laki.
              Terlebih karena dalam situasi normal, perempuan mendapatkan penghasilan yang cenderung
              lebih rendah dibandingkan laki-laki.

              Survei juga menunjukkan, perempuan lebih banyak menanggung tekanan finansial, fisik, dan
              psikologis, terutama bila memiliki anak penyandang disabilitas.

              Beratnya  dampak  pandemi  COVID-19  juga  dialami  siswa  penyandang  disabilitas  yang  sejak
              sebelum pandemi menghadapi keterbatasan akses pendidikan. Peralihan metodologi pengajaran
              menjadi  daring  yang  terpaksa  dilakukan  selama  pandemi,  tidak  selalu  berhasil  untuk  siswa
              penyandang disabilitas.

              Dari survei tersebut dibuat rekomendasi pada empat area utama. Pertama, akses perlindungan
              sosial bagi penyandang disabilitas.

              Area  ini  menggarisbawahi  perlunya  mengembalikan  tingkat  manfaat  yang  memadai  dalam
              pemenuhan  kebutuhan  dasar  bagi  penyandang  disabilitas  dan  strategi  komunikasi  untuk
              memastikan keterjangkauan informasinya.

              Kedua,  rekomendasi  akses  layanan  kesehatan  dan  rehabilitasi  bagi  semua  penyandang
              disabilitas. Termasuk perluasan cakupan Jaminan Kesehatan Nasional dan peningkatan akses
              alat  bantu.  Serta,  peningkatan  program  rehabilitasi  berbasis  masyarakat  untuk  mengurangi
              ketergantungan pada layanan berbasis institusi.

              Ketiga, menekankan pentingnya upaya meningkatkan aksesibilitas dalam pendidikan inklusif bagi
              penyandang disabilitas dari segi infrastruktur dan kapasitas sumber daya guru.

              Keempat, pentingnya meningkatkan akses penyandang disabilitas ke pasar tenaga kerja dalam
              jangka panjang.

              Pemerintah dan pemangku kepentingan terkait juga perlu memastikan penyandang disabilitas
              memiliki akses dan menjadi bagian dalam program ketenagakerjaan dalam program Pemulihan
              Ekonomi Nasional.

              "Rekomendasi  tersebut  diharapkan  dapat  memperkuat  strategi  implementasi  Rencana  Aksi
              Nasional  Penyandang  Disabilitas  dan  juga  menjadi  pertimbangan  pemerintah  daerah  dalam
              menyusun  Rencana  Aksi  Daerah  Penyandang  Disabilitas,"  ujar  Maliki  dalam  seminar  daring
              ditulis, Kamis (30/9/2021).
















                                                           136
   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142