Page 164 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 164

IX  DPR  RI,  Melkiades  Laka  Lena  meminta  agar  tuntutan  kenaikan  UMK  2022  tersebut
              disampaikan melalui dialog antara pemerintah, pengusaha, dan asosiasi buruh.


              KOMISI IX DPR MINTA TUNTUTAN KENAIKAN UMK 2022 DISELESAIKAN LEWAT
              DIALOG

              Jakarta  -  Komisi  IX  DPR  RI  merespons  tuntutan  serikat  buruh  dan  pekerja  yang  meminta
              kenaikan Upah Minimum Kabupaten/kota ( UMK ) tahun 2022 sebesar 7-10 persen. Mereka juga
              akan menggelar aksi demo di seluruh daerah untuk menyuarakan tuntutan ini.

              Terkait  hal  ini,  Wakil  Ketua  Komisi  IX  DPR  RI,  Melkiades  Laka  Lena  meminta  agar  tuntutan
              kenaikan UMK 2022 tersebut disampaikan melalui dialog antara pemerintah, pengusaha, dan
              asosiasi buruh.
              "Perlu dialog tripartit pemerintah melalui Kemenaker, asosiasi pengusaha, dan asosiasi buruh,
              bisa perlu libatkan asosiasi pemda untuk bahas dan sepakati UMK," kata Melki saat dikonfirmasi,
              Kamis (30/9/2021).

              Melki meminta, baik pengusaha maupun buruh agar berembuk dan tidak saling memaksakan
              keinginan, mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

              "Harus kedepankan dialog, semua pihak bertemu," katanya.

              Lebih lanjut, Politikus Golkar itu meminta para buruh untuk tidak turun ke jalan melakukan aksi
              demonstrasi,  mengingat  situasi  pandemi  Covid-19  belum  usai.  Dia  mengingatkan  bahwa
              kerumunan dalam aksi demonstrasi rentan terjadi penularan virus corona.

              "Mengingat saat ini pandemi, lebih baim tidak berkerumun. Kedepankan dialog, hindari demo,"
              kata Melki menandaskan.

              Sebelumnya diberitakan, Presiden KSPI Said Iqbal, mengatakan pihaknya mendesak Pemerintah
              menetapkan kenaikan UMK tahun 2022 sebesar 7-10 persen. Selain itu, buruh juga meminta
              agar instrumen yang digunakan untuk penetapan UMK menggunakan survei Kebutuhan Hidup
              Layak (KHL) dibanding UU Cipta Kerja.

              "KSPI meminta Pemerintah untuk menetapkan kenaikan UMK 2022 sebesar 7-10 persen, tiap
              daerah  kisarannya  berbeda-beda.  Atau  dengan  kata  lain  penetapan  UMK  2022  tidak
              menggunakan Cipta Kerja dan PP nomor 35 tahun 2020 tetapi menggunakan survei kebutuhan
              hidup layak," kata Said dalam konferensi pers KSPI, Rabu (29/9/2021).

              Menurutnya, memang pandemi covid-19 telah memukul dan menghancurkan daya beli buruh,
              serta  terjadi  PHK  dimana-mana.  Oleh  karena  itu,  KSPI  menyarankan  agar  daya  beli  buruh
              meningkat maka salah satu instrumen yang tepat untuk menetapkan kenaikan UMK 2022 adalah
              menjadikan upah yang layak.
              Kedua, buruh meminta agar seluruh dewan pengupahan di Kabupaten/kota, dewan pengupahan
              di provinsi, dan dewan pengupahan di nasional tidak ikut terlibat atau hadir berdiskusi dalam
              proses penetapan UMK tahun 2022.

              Ketiga, buruh meminta Bupati dan Walikota menetapkan upah minimum atau UMK 2022 tidak
              menggunakan Undang-Undang cipta Kerja, tapi menggunakan Peraturan Daerah (Perda) yang
              berlaku di daerah masing-masing.




                                                           163
   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169