Page 248 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 248

KABAR GEMBIRA! KEMNAKER PERLUAS PENERIMA BSU HINGGA 1,7 JUTA PEKERJA

              Kabar baik bagi pekerja/buruh sektor formal yang terdampak pandemi Covid-19. Kemnaker akan
              memperluas  cakupan  penerima  Program  Bantuan  Subsidi  Upah  (BSU)  secara  nasional  di  34
              Provinsi tersebar di 514 kota/kabupaten.

              Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI & Jamsos) Kemnaker, Indah
              Anggoro Putri menyatakan kebijakan perluasan penerima BSU ini diputuskan lantaran adanya
              sisa anggaran dan setelah melakukan koordinasi dengan Komite Pemulihan Ekonomi Nasional
              (PEN) dan Kementerian Keuangan untuk memperluas cakupan penerima Program BSU.

              "Sisa  anggaran  BSU  tersebut  sebesar  Rp1.791.477.000.000  dan  akan  menyasar  1.791.477
              pekerja. Anggaran yang ditetapkan dan diberikan Komite PEN untuk Program BSU sebesar Rp8,7
              triliun untuk 8.783.350 pekerja terdampak pandemi Covid-19," ujar Indah Anggoro Putri lewat
              keterangan tertulisnya, Kamis (30/9/2021).

              Indah Anggoro Putri menjelaskan realisasi dan progres program BSU saat ini telah tersalurkan
              kepada 6.991.873 pekerja/buruh dengan alokasi anggaran sebesar Rp6,9 triliun.

              "Kami  juga  mendapat  informasi,  kami  harus  melaporkan  BSU.  Alhamdulillah  per  hari  ini
              mengalami progres yang signifikan dari target 8.783.350 pekerja," terangnya.

              Dirjen Putri merinci sesungguhnya data calon penerima BSU yang diterima Kemnaker sejumlah
              8.508.527 calon penerima. Kemudian setelah dilakukan pengecekan dan diverifikasi, ditemukan
              758.327  data  pekerja  yang  duplikasi  bansos  atau  telah  menerima  bantuan  sosial  lain.  Data
              tersebut dianggap tidak memenuhi syarat penerima Program BSU.

              "Kami telah melakukan verified data untuk menghindari bansos-bansos lain dan dikeluarkan dari
              data BSU," tegas Dirjen Putri.
              Program  BSU  tahun  2021,  sedianya  akan  dirampungkan  dan  tersalurkan  seluruhnya  kepada
              penerima yang memenuhi syarat sesuai Permenaker Nomor 16 Tahun 2021 hingga akhir Oktober
              2021 mendatang. Hal demikian sesuai arahan Ibu Menaker Ida Fauziyah.

              Sekadar  informasi,  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  memastikan  bahwa  dana  bantuan
              pemerintah  berupa  subsidi  gaji/upah  (BSU)  yang  disalurkan  melalui  Bank  Himbara  tidak
              dikenakan potongan apapun, termasuk potongan biaya administrasi.

              "Jadi bantuan BSU sebesar 1 juta rupiah tersebut dapat ditarik atau dicairkan seluruhnya," kata
              Menaker Ida lewat keterangan tertulisnya, Senin (27/9/2021).

              Menaker Ida Fauziyah menjelaskan, saat ini penyaluran BSU telah memasuki tahap V dengan
              total data calon penerima BSU yang telah diserahkan BPJS Ketenagakerjaan kepada Kemnaker
              sebanyak  7.748.630  calon  penerima.  Setelah  melalui  proses  pemadanan  data,  BSU  telah
              disalurkan sebanyak 4.911.200 orang penerima.

              "Kita  prioritaskan penerima  BSU  ini  tidak  menerima  program  lain,  sehingga  ada pemerataan
              penyaluran berbagai bantuan pemerintah yang telah dikeluarkan oleh pemerintah," terangnya.

              Menaker Ida bersyukur, BSU yang digulirkan pemerintah dapat membantu pekerja/buruh yang
              terdampak  pandemi  Covid-19,  khususnya  di  masa  Pemberlakukan  Pembatasan  Kegiatan
              Masyarakat (PPKM).

              "Kita berharap semua program ini akan selesai di Bulan Oktober 2021," ujarnya.



                                                           247
   243   244   245   246   247   248   249   250   251   252   253