Page 288 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 288

"Untuk  itu  kami  akan  menyusun  standar  kompetensi  bagi  TKBM  berkoordinasi  dengan
              stakeholder terkait. Sejalan dengan hal ini, kami juga akan mengidentifikasi kebutuhan pelatihan
              kerja  bagi  TKBM  termasuk  upskilling  dan  reskilling  dalam  rangka  mengantisipasi  dampak
              otomatisasi di Pelabuhan," kata Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI
              dan  Jamsos)  Kemnaker,  Indah  Anggoro  Putri,  dalam  Rapat  Koordinasi  Perlindungan  Tenaga
              Kerja Bongkar Muat di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (30/9).

              Dirjen  Putri  mengatakan,  sesuai  dengan  PP  Nomor  7  Tahun  2021  tentang  Kemudahan,
              Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, pembinaan
              dan pengawasan Koperasi TKBM pelabuhan yang dilakukan Kemnaker mencakup 3 hal. Pertama,
              bimbingan  sadar  hukum  ketenagakerjaan  yang  berkaitan  dengan  hubungan  kerja  dan
              perlindungan tenaga kerja serta lingkungan kerja.

              Kedua,  bimbingan  teknis  terhadap  upaya  peningkatan  produktivitas  kerja,  perbaikan
              pengupahan,  dan  jaminan  sosial  untuk  meningkatkan  kesejahteraan  tenaga  kerja  dan
              perlindungan  kerja.  Ketiga,  bimbingan  penyelenggaraan  latihan  kerja  untuk  meningkatkan
              disiplin  dan  etos  kerja  serta  keterampilan  bongkar  muat  barang  guna  meningkatkan
              produktivitas.

              Selain peningkatan kompetensi, kata Dirjen Putri, isu lain yang menjadi perhatian Kemnaker
              adalah kejelasan hubungan kerja antara TKBM dengan koperasi. "Terkait kejelasan hubungan
              kerja antara Koperasi dengan TKBM dan perlindungan kerja, kami telah mengundang beberapa
              serikat pekerja/serikat buruh dan pengurus koperasi TKBM perwakilan dari beberapa povinsi,
              yang mewakili Pelabuhan-pelabuhan besar di Indonesia," kata Dirjen Putri.

              Isu  lain  yang  menjadi  perhatian  Kemnaker  adalah  upah,  jaminan  sosial,  dan  kesejahteraan
              TKBM.  "Jadi  harus  dapat  dipastikan  upah  TKBM  tidak  boleh  di  bawah  peraturan  perundang-
              undangan bidang ketenagakerjaan," katanya.

              Untuk itu, Rapat Koordinasi yang berlangsung mulai 28 s.d 30 September 2021 dimaksudkan
              untuk membahas isu-isu krusial tersebut oleh Kemnaker bersama K/L dan stakeholders terkait.
              Sehingga pelindungan TKBM dapat berjalan maksimal.

              "Mari  kita  mencermati  kembali  program  rencana  aksi  dari  masing-masing  unit  teknis  untuk
              ditetapkan sebagai rencana aksi kementerian ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan
              bagi TKBM khususnya bagi Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Perak," ujarnya.
              [hhw].



























                                                           287
   283   284   285   286   287   288   289   290   291   292   293