Page 309 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 309

ANTISIPASI DIGITALISASI LOGISTIK, KEMNAKER SIAPKAN STANDAR
              KOMPETENSI TKBM
              Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI dan Jamsos) Kemnaker Indah
              Anggoro Putri menyampaikan pihaknya akan menyusun standar kompetensi bagi Tenaga Kerja
              Bongkar Muat (TKBM).

              Peningkatan  kompetensi  bagi  TKBM  menjadi  perhatian  Kementerian  Ketenagakerjaan
              (Kemnaker) untuk mengantisipasi penerapan digitalisasi di bidang logistik.

              “Kami juga akan mengidentifikasi kebutuhan pelatihan kerja bagi TKBM, termasuk upskilling dan
              reskilling dalam rangka mengantisipasi dampak otomatisasi di pelabuhan,” kata Indah Anggoro
              Putri dalam rapat koordinasi perlindungan TKBM di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (30/9).

              Dirjen Putri mengatakan sesuai PP Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan
              Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, pembinaan dan pengawasan
              Koperasi TKBM pelabuhan yang dilakukan Kemnaker mencakup 3 hal.

              Pertama, bimbingan sadar hukum ketenagakerjaan yang berkaitan dengan hubungan kerja dan
              perlindungan tenaga kerja serta lingkungan kerja.

              Kedua,  bimbingan  teknis  terhadap  upaya  peningkatan  produktivitas  kerja,  perbaikan
              pengupahan,  dan  jaminan  sosial  untuk  meningkatkan  kesejahteraan  tenaga  kerja  dan
              perlindungan kerja.
              Ketiga, bimbingan penyelenggaraan latihan kerja untuk meningkatkan disiplin dan etos kerja
              serta keterampilan bongkar muat barang guna meningkatkan produktivitas.

              Selain peningkatan kompetensi, kata Dirjen Putri, isu lain yang menjadi perhatian Kemnaker
              adalah kejelasan hubungan kerja antara TKBM dengan koperasi.

              “Terkait hal tersebut, kami telah mengundang beberapa serikat pekerja atau serikat buruh dan
              pengurus koperasi TKBM perwakilan dari beberapa provinsi yang mewakili pelabuhan-pelabuhan
              besar di Indonesia,” jelas Dirjen Putri.

              Isu  lain  yang  menjadi  perhatian  Kemnaker  adalah  upah,  jaminan  sosial,  dan  kesejahteraan
              TKBM.
              “Jadi harus dapat dipastikan upah TKBM tidak boleh di bawah peraturan perundang-undangan
              bidang ketenagakerjaan,” katanya.

              Rapat koordinasi yang berlangsung mulai 28 hingga 30 September itu bertujuan membahas isu-
              isu krusial tersebut oleh Kemnaker bersama kementerian atau lembaga dan stakeholders terkait,
              sehingga pelindungan TKBM dapat berjalan maksimal.

              “Mari  kita  mencermati  kembali  program  rencana  aksi  dari  masing-masing  unit  teknis  untuk
              ditetapkan  sebagai  rencana  aksi  Kemnaker  dalam  memberikan  perlindungan  bagi  TKBM
              khususnya bagi Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Perak,” ujarnya.












                                                           308
   304   305   306   307   308   309   310   311   312   313   314