Page 6 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 6

UPAH MINIMUN DIUSULKAN NAIK 10% PADA 2022, KADIN: TIDAK REALISTIS

              Kamar  Dagang  dan  Industri  (Kadin)  Indonesia  menyikapi  permintaan  kalangan  pekerja  atau
              buruh yang meminta adanya kenaikan gaji. Khususnya upah minimum, sebesar 10 persen pada
              2022.

              Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan Kadin Indonesia Adi Mahfudz Wuhadji mengatakan,
              kenaikan upah telah memiliki landasan hukum, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun
              2021.

              Oleh  sebab  itu,  dia  menekankan,  kenaikan  upah  tidak dapat  didasari  atas  kehendak  sendiri.
              Melainkan  harus  dirujuk  pada  aturan  turunan  dari  Undang-undang  Nomor  11  Tahun  2020
              tentang Cipta Kerja.

              "Tidak bisa meminta kenaikan tersebut berdasarkan asumsi sendiri kecuali berdasarkan inflasi
              atau  pertumbuhan  ekonomi  daerah  Kabupaten/Kota,"  tegas  Adi  dikutip  dari  keterangannya,
              Jumat, 1 Oktober 2021.

              Selain itu, dia mengatakan, permintaan kenaikan gaji ini juga tidak realistis, yakni hanya didasari
              pada  survei  pasar.  Padahal,  dia  menekankan  kenaikan  upah  harusnya  didasari  data  statistik
              resmi.

              "Tidaklah realistis jika didasarkan atas survei pasar sendiri, kecuali yang berdasarkan data dari
              lembaga statistik dalam hal ini BPS (Badan Pusat Statistik). Kenaikan tersebut harus didasarkan
              atas Inflasi atau Pertumbuhan Ekonomi di suatu wilayah," paparnya.

              Baca  juga:  Kemenhub  Batasi  Penumpang  Internasional  90  Orang  per  Penerbangan  Dia  pun
              menekankan, nilai upah minimum juga ditentukan sesuai kesejahteraan wilayah dan diukur dari
              tingkat pengeluaran konsumsi masyarakat. Kemudian, tergantung kondisi rumah tangganya.
              "Upah  Minimum  juga  harus  bisa  menjamin  bahwa  rumah  tangga  pekerja  bukan  merupakan
              rumah tangga miskin dan juga seberapa besar orang yang yang bekerja mampu menanggung
              biaya hidup rumah tangganya," ucap Adi.

              Upah Minimum Kabupaten atau Kota dikatakannya juga dapat ditetapkan oleh Gubernur dengan
              syarat tertentu. Syarat Upah Minimum Kabupaten/Kota ditetapkan berdasarkan kondisi ekonomi
              dan ketenagakerjaan.

              Seperti,  data  pertumbuhan  ekonomi  daerah  atau  inflasi  kabupaten  atau  kota  bersangkutan,
              paritas daya beli, tingkat penyerapan tenaga kerja dan median upah bersumber dari lembaga
              yang berwenang di bidang statistik.

              "Sebaiknya kita kembalikan kepada regulasi yang ada saat ini, yakni Undang-Undang Nomor 11
              tentang Cipta Kerja tahun 2020, berikut Peraturan Pemerintah Nomor 36 tentang Pengupahan
              tahun 2021," ungkap Adi.

              Selain  itu,  dia  menekankan,  para  pelaku  usaha  juga  saat  ini  tidak  bisa  memenuhi  tuntutan
              tersebut. Sebab kondisi Pandemi COVID-19 masih menyebabkan ketidakpastian dan minimnya
              stabilitas.

              Senada, Sekjen Asosiasi Pengusaha Kuliner Indonesia (Apkulindo), Misbakhun Pradhana menilai,
              permintaan buruh tersebut memberatkan pengusaha. Dia menegaskan, pengusaha kini masih
              terdampak COVID-19.





                                                            5
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11