Page 75 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 75

KEMNAKER UPAYAKAN KOREA BUKA KEMBALI PENEMPATAN PEKERJA MIGRAN

              Pemerintah Indonesia terus berupaya membuka kembali penempatan Pekerja Migran Indonesia
              (PMI) ke Republik Korea. Adapun, kunci dari pembukaan kembali penempatan tersebut adalah
              pengendalian kasus penularan COVID-19, baik di Indonesia maupun di Korea.

              Dalam  pertemuan  dengan  Duta  Besar  Korea  di  Indonesia, Park  Tae-Sung,  di  Jakarta,  Kamis
              (30/9/2021), Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyatakan Indonesia memiliki peluang
              untuk menempatkan kembali PMI ke Korea.

              Hal  ini  menyusul  dikeluarkannya  surat  dari  Minister  of  Employment  and  Labour  (MoEL)  of
              Republic  of  Korea  pada  bulan  September  2021.  Surat  tersebut  memuat  peluang  untuk
              menempatkan PMI melalui skema Employment Permit System (EPS) pada industri manufaktur.
              Total kuota mencapai 2.139 orang.

              "Mewakili  Pemerintah  Indonesia,  kami  menyampaikan  apresiasi  dan  terima  kasih  setinggi-
              tingginya kepada Pemerintah Korea, atas kerja sama yang terjalin baik selama ini, khususnya di
              bidang penempatan dan pelindungan PMI secara G to G melalui EPS sejak tahun 2008," kata Ida
              dalam keterangan tertulis, Kamis (30/9/2021).

              Ida mengatakan upaya penempatan kembali PMI ke Korea telah dimulai sejak 26 Juli 2021 lalu.
              Pihaknya telah mengirimkan surat kepada MoEL untuk dapat mempertimbangkan pembukaan
              kembali penempatan PMI.

              Permohonan  ini  mempertimbangkan penurunan  jumlah  positive  rate  COVID-19  di  Indonesia.
              Namun demikian, pada bulan yang sama, angka positive rate naik tajam, sehingga Pemerintah
              Korea memberlakukan kembali kebijakan selektif terhadap kedatangan WNA ke Korea.

              "Pada awal bulan September, kami telah menerima surat dari MoEL atas kuota penempatan
              sebanyak  2.139  orang  pada  tahun  2021.  Sekali  lagi  terima  kasih  kepada  Korea  yang  telah
              memberikan kesempatan penempatan ini. Ini menunjukkan ada demand dari Pemerintah Korea
              dan Indonesia pun memiliki supply PMI untuk dapat ditempatkan di Korea," tutur Ida.

              Ida Fauziyah mengungkapkan, Korea menjadi salah satu negara tujuan penempatan favorit para
              PMI. Data penempatan PMI menunjukkan, jumlah peminat setiap tahun lebih dari 10.000 orang
              PMI.

              Pada tahun 2019, terdapat 9.946 PMI yang lulus. Setahun berikutnya turun menjadi 2.422 orang
              PMI dan kembali menurun menjadi 2.290 pada tahun 2021.

              Dalam penanganan pandemi COVID-19, Pemerintah Indonesia juga telah melakukan tindakan
              preventif  berupa  prosedur  penempatan  PMI  di  era  adaptasi  kebiasaan  baru,  di  antaranya
              melakukan PCR test sebelum keberangkatan, serta melakukan vaksinasi COVID-19.
              "Jenis  vaksinasi  yang digunakan  antara  lain,  sinovac,  Astrazaneca,  Sinopharm,  Moderna  dan
              Pfizer," tutur Ida.

              Lebih lanjut Ida Fauziah menegaskan, perkembangan kasus COVID-19 di Indonesia sudah sangat
              rendah  dan  Indonesia  menjadi  negara  terbaik  nomor  dua  di  Asia  Tenggara  dalam  hal
              penanganan COVID-19. Untuk itu, sudah seharusnya Pemerintah Korea dapat mengizinkan PMI
              kembali bekerja di Korea.

              "Pemerintah Indonesia akan terus berupaya keras untuk terus menurunkan jumlah positive rate
              COVID-19 di Indonesia," katanya.



                                                           74
   70   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80