Page 71 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 1 OKTOBER 2021
P. 71
"Sebagian besar PMI yang meninggal itu nonprosedural atau tidak memiliki dokumen kerja yang
sah," ujar Siwa, kepada Kompas.com, Kamis (30/9/2021).
Siwa memerinci, dari 98 PMI yang meninggal tersebut, 95 di antaranya berkerja di Malaysia.
Sedangkan tiga orang bekerja di Taiwan, Brunei Darussalam, dan Jerman.
"Hanya satu PMI yang memiliki dokumen yang sah, yakni PMI yang bekerja di Jerman," ujar
Siwa.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email Berdasarkan data yang diperoleh, lanjut Siwa, jumlah PMI yang meninggal
paling banyak berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan yakni 17 orang.
Kemudian, Kabupaten Malaka 15 orang, Kabupaten Flores Timur 11 orang, Kabupaten Kupang
delapan orang, Kabupaten Ende tujuh orang, Kabupaten Timor Tengah Utara enam orang.
Selanjutnya, Kabupaten Manggarai dan Belu masing-masing empat orang.
Kemudian, Kabupaten Lembata, Kabupaten Ngada,Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Sumba
Barat, masing-masing tiga orang.
Kota Kupang, Kabupaten Sikka, Kabupaten Rote Ndao dan Sumba Timur, Manggarai Timur,
masing-masing dua orang.
Kemudian, Kabupaten Sabu Raijua Kabupaten Alor dan Sumba Barat Daya masing-masing satu
orang.
"Mereka yang meninggal di Malaysia itu penyebabnya karena sakit dan kecelakaan," kata Siwa.
Siwa menyebutkan, sebagian besar PMI yang meninggal adalah laki-laki, dengan jumlah 68
orang. Sedangkan PMI perempuan 30 orang.
"Semua PMI itu sudah dipulangkan ke kampung halamannya dan difasilitasi oleh BP2MI Kupang,"
ujar dia.
70

