Page 239 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 ApRIL 2019
P. 239
Title JELANG MAY DAY, BERBAGAI SERIKAT BURUH BERKUNJUNG KE POLDA METRO JAYA
Media Name bisnis.com
Pub. Date 26 April 2019
https://ekonomi.bisnis.com/read/20190426/12/916237/jelang-may-day-berb agai-serikat-
Page/URL
buruh-berkunjung-ke-polda-metro-jaya
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JELANG MAY DAY, BERBAGAI SERIKAT BURUH BERKUNJUNG KE POLDA
METRO JAYA
, JAKARTA - Menjelang tanggal 1 Mei sejumlah organisasi serikat buruh berkunjung ke
Markas Polda Metro Jaya.
KSPSI, KASBI, KSBSI, KPBI dan semua yang tergabung dalam "Gerakan Buruh Bersama
Rakyat" (Gebrak) bersilaturahim ke Polda Metro Jaya, Jumat.
Mereka diundang pihak Polda Metro terkait rencana aksi peringatan Hari Buruh Sedunia
(Mayday) yang jatuh pada 1Mei 2019.
"Saya mewakili Gebrak yang beserta berbagai macam serikat buruh, ada KSPSI, KSBSI dan
KPBI, hadir atas undangan Kapolda Metro Jaya dalam rangka silaturahim menjelang
peringatan 1 Mei, Hari Buruh Sedunia," kata Presiden KASBI sekaligus juru bicara Gebrak,
Nining Elitos, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (26/4/2019) malam.
Selain bersilaturahim dengan Kapolda Metro Jaya beserta jajaran, para aktivis serikat buruh
tersebut hadir untuk membahas rencana aksi buruh pada "Mayday" yang merupakan hari
libur.
"Lewat pertemuan ini, kami harap ada kesepahaman dan tidak ada aksi represif dari aparat
keamanan," ucap Nining.
Dalam aksi nanti, Nining memperkirakan massa buruh dari Gebrak sebanyak 20 ribu orang
akan melakukan orasi dengan berbagai tuntutan.
"Untuk di Jakarta kita laksanakan dengan titik kumpul di Bundaran HI jam 09.00 WIB dan
dilanjutkan longmarch ke Istana. Dari Gebrak akan menerjunkan 20 ribu buruh untuk aksi
May Day nanti," ujar Nining.
Dalam aksi tersebut, Gebrak mengusung 10 tuntutan, yang pertama adalah pencabutan PP 78
tahun 2015 dan kedua soal peningkatan kualitas kinerja pengawasan kesejahteraan buruh.
Ketiga soal penghapusan sistem kerja kontrak "outsourcing" dan magang. Keempat
menghentikan tindakan pemutusan hubungan kerja (PHK) semena-mena, termasuk
mengkriminalisasi aktivis buruh di berbagai macam sektor.
Page 238 of 268.

