Page 25 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 JANUARI 2020
P. 25

"Sekarang, kita terus mencari job-job dan semi skills atau professional yang tersedia
               di sana," ujar Menaker Ida.

               Didampingi Plt Dirjen Binapenta dan PKK Aris Wahyudi dan Karo Kerja Sama Luar
               Negeri (KLN) Indah Anggoro Putri, Menaker Ida menambahkan pihaknya juga akan
               mengecek dan menyinkronkan antara regulasi di Qatar yang baru tentang pekerja
               migran dengan ketentuan yang ada di Indonesia.

               Jika hal ini membawa dampak yang baik kepada PMI, dari perlindungan maupun
               finansial, Kemnaker akan mendorong penempatan tenaga kerja Indonesia ke Qatar
               terutama pada sektor formal karena untuk sektor domestik masih moratorium

               "Namun sebelum itu kita akan mengecek terlebih dahulu terkait jam kerja dan
               perlindungan bagi tenaga kerja Indonesia di Qatar. Kita juga ingin pastikan
               peningkatan kapasitas dan posisi diplomatik atase ketenagakerjaan di sana," kata
               Menaker.

               Untuk mengawal format tata kelola penempatan dan perlindungan PMI, Menteri Ida
               Fauziyah menugaskan Aris Wahyudi, Indah Anggoro Putri dan Direktur Penempatan
               dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Eva Trisiana, untuk
               melakukan kunjungan balasan ke Qatar.

               Dubes Basri menjelaskan dalam peraturan baru pemerintah Qatar melindungi
               pekerja seperti pengemudi, tukang kebun, dan pekerja domestik. Selanjutnya diatur
               pula penerapan 10 jam kerja setiap hari dan adanya libur sehari dalam sepekan.

               "Adanya regulasi baru diharapkan mampu melindungi pekerja di Qatar tersebut
               yang selama ini belum memperoleh payung hukum. Mudah-mudahan tidak ada
               masalah lagi," kata Dubes Basri.

               Dubes Basri mengungkapkan jumlah PMI di Qatar sekitar 27 ribu orang pekerja.
               Sebanyak 10 ribu merupakan tenaga kerja terampil (migas dan hospitality) dan
               sisanya 17 ribu tenaga kerja informal (domestik).

               Jumlah PMI tersebut lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah pekerja dari India
               700 ribu orang pekerja; Philipina 290 ribu orang pekerja dan Nepal serta Bangladesh
               sekitar 300 ribuan. "Tapi pekerja Indonesia tetap paling diminati di Qatar, " kata
               Dubes Basri.

















                                                       Page 24 of 74.
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30